Ungkap Dugaan Keterlibatan Azis Syamsudin, KPK Geledah Gedung DPR RI

19
Suasana pintu masuk ke Gedung Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta, kemarin (28/4). Penyidik KPK memeriksa ruangan Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin. (jpg)

Upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap keterlibatan Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin dalam perkara dugaan suap penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dalam kasus korupsi Pemko Tanjungbalai mulai dilakukan.

Kemarin (28/4), penyidik KPK mendatangi Gedung Nusantara III Kompleks DPR Senayan. Mereka melakukan penggeledahan ruang kerja Azis. Penyidik tiba di Kompleks DPR sekitar pukul 18.00. Pintu masuk dari lobi Gedung Nusantara III dijaga ketat oleh pengamanan dalam (pamdal) DPR dan awak media dilarang masuk selama proses.

Ruang kerja pimpinan DPR sendiri berada di lantai 4 gedung tersebut. Selain ruangan di DPR, KPK juga menggeledah rumah dinas Azis yang berada di Jalan Denpasar Raya Kavling C3/3, Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (28/4). Serta, rumah pribadi Azis Syamsuddin.

Terdapat lima koper yang dibawa oleh KPK. Dua koper telah dibawa sekitar pukul 19.18. Tiga koper lainnya dibawa pukul 22.15. Penyidik tidak menyebut apa yang ada di dalam koper-koper tersebut. Koper itu langsung dibawa ke mobil.

Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Habiburokhman langsung mendatangi kompleks DPR begitu mendengar kabar terkait penggeledahan itu. Dia membenarkan bahwa penggeledahan dilakukan terkait kasus yang menyeret nama Azis Syamsudin.

”Saya sih nggak secara lugas disampaikan, tapi sudah lebih dahulu disampaikan ke Kabag Set (kepala bagian sekretariat) terkait Azis Syamsudin yang lagi ramai ini,” ujar Habiburokhman di lokasi.

Terkait pemberitahuan penggeledahan, Habiburokhman menjelaskan kalau petugas akan kulanuwun ke bagian Kesekjenan. Tetapi, dia sendiri baru menerima kabar tersebut pada sekitar pukul 17.00 ketika sedang turun ke daerah pemilihannya (Dapil) di Utan Kayu. ”Kalau digeledah pasti akan menginformasikan ke Kesekjenan dan akan kami dampingi tapi kami belum dapat informasi itu,” lanjut dia.

Setelah pendampingan selama beberapa saat, Habiburokhman meninggalkan tempat karena harus kembali ke dapil. Dia menegaskan kalau sudah menyerahkan mandat pendampingan untuk sementara kepada bagian Kesekjenan. Juga bahwa MKD tidak akan mengintervensi kerja yang dilakukan KPK.

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Habib Aboe Bakar Al-Habsyi mengatakan, sebelum melakukan penggeledahan, sepantasnya KPK menyampaikan pemberitahuan kepada MKD. ”Mungkin sudah ada komunikasi dengan salah satu wakil ketua MKD,” terang dia saat ditemui usai berkunjung ke kantor DPP PKB kemarin.

Menurut dia, MKD akan berdialog dengan KPK terkait masalah tersebut. Tentu sesuai dengan peran masing-masing. Pihaknya akan mendengarkan keterangan KPK dan apa langkah yang akan dilakukan ke depannya.

Politisi PKS itu mengatakan, tentu yang harus dikedepankan adalah asas praduga tak bersalah. Pihaknya juga akan menunggu penyelidikan yang dilakukan KPK. ”Kita akan konsultasi ke KPK,” terang anggota Komisi III DPR RI.

Dia menambahkan, jika ada pengaduan yang masuk ke MKD terkait kasus yang menyerat Azis Syamsudin, tentu pihaknya akan menerimanya, melakukan pengecekan dan menindaklanjuti. ”Yang jelas MKD sangat terbuka,” ungkap Aboe Bakar.

Di sisi lain, Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri menerangkan penggeledahan ruang kerja Azis itu dilakukan untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait dengan perkara suap penyidik KPK yang sedang ditangani. Namun, pihaknya belum bisa membeberkan sejauh mana hasil penggeledahan itu. ”Untuk perkembangan selengkapnya akan kami informasikan kembali,” tuturnya.

Baca Juga:  Antisipasi Napi Kabur, Lapas Dibenahi

Di bagian lain, KPK juga mulai memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangan seputar perkara suap penyidik senilai Rp 1,3 miliar itu. Salah satu saksi yang diperiksa adalah Riefka Amalia, rekan Robin. Riefka dikonfirmasi perihal dugaan penggunaan rekening bank miliknya untuk menampung aliran duit dari Walikota Tanjungbalai M Syahrial.

Fasilitasi Pertemuan
Peran Azis dalam kasus suap itu terkuak dalam konferensi pers KPK, beberapa waktu lalu. Waktu itu, Ketua KPK Firli Bahuri menyebutkan, Azis Syamsuddin yang mengenalkan Syahrial ke AKP Robin. Azis Syamsuddin juga memfasilitasi pertemuan keduanya.

”Pada Oktober 2020, MS (M Syahrial) menemui AZ (Azis Syamsuddin), Wakil Ketua DPR RI, di rumah dinasnya di Jakarta Selatan dan menyampaikan permasalahan adanya penyelidikan yang sedang dilakukan oleh KPK di Pemerintahan Kota Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK agar tidak naik ke tahap penyidikan dan meminta agar SRP dapat membantu supaya permasalahan penyelidikan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPK,” ujar Firli waktu itu.

Dari pertemuan di rumah Azis Syamsuddin lah kemudian terjadi kesepakatan antara Syahrial dan AKP Robin. Syahrial bersedia memberikan uang sejumlah Rp 1,5 miliar kepada SRP.

”Menindaklanjuti pertemuan di rumah AZ, kemudian SRP diperkenalkan kepada MS untuk bisa membantu permasalahannya. SRP bersama MH sepakat untuk membuat komitmen dengan MS terkait penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi di pemkot tanjung balai untuk tidak ditindaklanjuti oleh KPK dengan menyiapkan uang sebesar Rp 1,5 miliar,” jelas Firli.

Dorongan memanggil Azis terkait kasus itu pun kemudian menguat. Firli pun berjanji segera memanggil Azis Syamsuddin. Namun, hari berganti, politikus Golkar itu tak segera dipanggil KPK. Mengenai itu, Firli menyebutkan bahwa KPK segera memanggil Azis Syamsuddin pada pekan ini. Namun, Firli tidak menyebutkan jelas kapan.

”Terima kasih. Kita masih terus bekerja. Kita harus tuntaskan perkara tersebut siapa pun pelakunya. KPK masih melakukan pengumpulan keterangan saksi dan bukti-bukti sehingga membuat terangnya perkara korupsinya dan kita temukan tersangkanya. Pada saatnya KPK akan sampaikan ke publik. KPK masih melengkapi keterangan saksi dan bukti-bukti. Setelah cukup bukti, tentu KPK akan melakukan upaya paksa dan ungkap seterang-terangnya dan mengajukan para tersangka, siapa pun dia,” kata Firli seperti dikutip dari detikcom.

”Kita kerja keras. Minggu ini kita minta keterangan-keterangan pihak yang mengetahui, mengalami, atau mendengar tentang kejadian tersebut. Mohon dukungan semua rakyat Indonesia,” ucap dia.

Azis Syamsuddin sendiri sebelumnya juga sudah angkat bicara perihal kasus ini. Namun, respons Azis Syamsuddin masih belum terang. ”Bismillah alfatehah,” kata Azis Syamsuddin lewat pesan singkat saat dimintai konfirmasi seperti dikutip dari detik.com, Jumat (23/4) lalu.

Politikus Golkar ini tak menjelaskan apa maksud responsnya itu. Dia juga tak menepis atau membenarkan kronologi yang disampaikan Firli soal pertemuan di rumahnya. (deb/lum/tyo/jpg)

Previous articleBahlil Fokus UU Ciptaker, Nadiem Dekat dengan Riset
Next articleTegaskan tak ada Dispensasi Mudik, Santri Diminta Hindari Kerumunan