Disiplinkan Masyarakat saat PSBB, DPR Minta Kepolisian tetap Humanis

78
Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery. (Foto: Humas DPR RI)

Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan berada di titik keramaian untuk mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan.

Pendisiplinan masyarakat bertujuan agar mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menyikapi itu, Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery mengingatkan agar petugas kepolisian yang dikerahkan untuk adaptasi new normal, fungsinya lebih pada mengawasi penerapan protokol kesehatan sesuai PSBB.

Tujuannya tak lain supaya masyarakat bisa segera betul-betul berdisiplin menerapkan pola pencegahan penyebaran Covid-19 sehingga kurvanya bisa segera menurun.

Herman menegaskan, kepolisian harus tetap mengedepankan pendekatan humanis untuk menertibkan protokol tatanan normal baru.

Ini sebagai respons langkah pemerintah yang sedang mempersiapkan kebijakan new normal atau pelaksanaan protokol tatanan normal baru yang produktif di masa pandemi.

“Dalam tugasnya di lapangan, aparat kepolisian harus mengedepankan pendekatan humanis,” ingat Herman dalam siaran persnya seperti dilansir laman DPR, Kamis (28/5/2020).

Selain itu, politisi dapil Nusa Tenggara Timur II ini juga mengingatkan pihak kepolisian untuk cermat dalam menempatkan personelnya.

Sebagaimana diketahui, ada sekitar 240 ribu anggota TNI dan Polri yang akan diterjunkan pada fase persiapan new normal di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota.

“Polri harus cermat dalam mengatur kebutuhan personel yang diterjunkan untuk membantu persiapan new normal ini. Begitupun kebutuhan petugas yang dikerahkan ke lapangan, mesti betul-betul dicukupi,” jelas politisi PDI Perjuangan ini.

Herman Hery juga menyarankan agar aparat kepolisian bisa mengedukasi masyarakat tentang pelaksanaan protokol tatanan normal baru yang produktif.

“Ingatkan dengan baik warga yang tidak mengenakan masker, awasi fasilitas publik agar orang yang berada di dalamnya tidak melebihi kapasitas aman, atur antrean agar sesuai prinsip jaga jarak aman, serta memberi edukasi kepada warga soal pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo menegaskan penambahan pasukan di daerah itu bukan untuk menakut-nakuti masyarakat. (rel/esg)