Perbatasan Pintu Masuk Narkoba, Polres Pasaman-Dharmasraya Bekuk Pelaku

127
Tersangka AR, warga Madina, Sumut tidak berkutik saat ditangkap oleh personel Satres Narkoba Polres Pasaman beserta barang bukti. (IST)

Sumbar darurat narkotika dan obat terlarang (narkoba). Barang haram itu terus dipasok dari provinsi tetangga oleh bandar dan pengedar. Setelah berhasil menggagalkan penyelundupan puluhan paket ganja pada bulan lalu, Minggu (28/6) dini hari, Satres Narkoba Polres Pasaman kembali menggagalkan masuknya barang haram itu ke Sumbar.

Seorang pemuda AR, 27, yang membawa belasan paket ganja ukuran besar ditangkap di Jalan Lintas Sumatera Medan – Bukittinggi persisnya di Jorong IV Sumpadang Kenagarian Padang Mentinggi, Kecamatan Rao.

Saat ditangkap, warga Desa Huta Padang Sayur Maincat Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Madina, Sumatera Utara itu sempat melawan dan berusaha kabur. Beruntung motor yang dikendarainya terjatuh sehingga AR berhasil diringkus. “Dari tangan pelaku ini kami menyita 14 paket besar dan satu paket kecil ganja. Jumlah semuanya 15 paket,” sebut Kasat Reserse Narkoba Polres Pasaman Iptu Syafi Munir.

Ia memprediksi, ganja kering yang dibawa menggunakan karung itu memiliki berat sekitar 15 kilogram. Selain mengamankan ganja, juga diamankan satu unit motor Beat BB 4551 RR yang digunakan pelaku membawa ganja dari Madina ke Sumbar. “Jadi pelaku ini menggunakan motor untuk masuk ke Sumbar. Beruntung pihak kami cepat sigap sehingga pelaku berhasil ditangkap,” tuturnya.

Katanya, penangkapan itu berawal, ketika pihaknya mendapat informasi akan ada transaksi narkoba dalam jumlah besar di Kecamatan Rao. Mendapat informasi itu, pihaknya melakukan penyelidikan dan penyisiran di sepanjang jalan di lokasi yang disebutkan.

Saat pengintaian, petugas melihat kendaraan pelaku melintas dengan membawa barang yang dibalut dengan kain sarung. Merasa curiga, personel melakukan pengejaran, pelaku sempat disuruh berhenti. Namun tidak mengindahkan seruan petugas dan berusaha kabur.
“Mungkin karena ketakutan saat dikejar, sepeda motor pelaku jatuh ke pinggir jalan, dan pelaku langsung kami tangkap,” jelasnya.

Polisi langsung melakukan penggeledahan dan menemukan belasan paket ganja tersebut. Saat ini anggota Satres Narkoba Polres Pasaman masih mendalami kepada siapa paket-paket ganja kering tersebut akan diserahkan pelaku. “Saat ini kami mengumpulkan keterangan dari tersangka ini,” ujar Iptu Syafri Munir.

Menurutnya barang haram itu akan diedarkan di Pasaman. Selain itu, pihaknya menduga kalau pelaku merupakan pemain lama dan terlibat jaringan peredaran ganja untuk Sumbar dan Sumatera Utara. “Kami juga menduga kalau pelaku beraksi tidak hanya kali ini saja. Saat ini kami sedang melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan pelaku,” pungkasnya.

Sebelumnya, Polres Pasaman menggagalkan peredaran 15 kilogram ganja yang akan dibawa ke Kota Padang pada Sabtu (9/5). Kemudian Senin (11/5), personel Satres Narkoba setempat kembali membekuk dua pengedar ganja di Jalan Usaha Tani Jorong V Sumpadang Kenagarian Padang Mentinggi, Kecamatan Rao.

Pada Rabu (13/5), penyelundupan 91 kilogram ganja kembali digagalkan oleh Satres Narkoba Polres Pasaman di Jalan Lintas Sumatera Medan -Bukittinggi, Jorong VIII Muara Cubadak Nagari Padang Mentinggi Kecamatan Rao. Satu pelaku berhasil diamankan, sementara dua lainnya berhasil kabur melarikan diri.

Peredaran Sabu
Terpisah, jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Dharmasraya mengamankan seorang wanita muda, EE, 27, warga Desa Sabajaya, Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Ia ditangkap di Jorong Sialang Kenagarian Gunung Selasih, Kecamatan Pulaupunjung, Dharmasraya, Sabtu (27/6). Wanita tersebut diduga mengedarkan sabu-sabu karena dari tangannya polisi menyita 41 paket sabu.

Penangkapan tersangka tersebut berawal dari laporan masyarakat terkait maraknya transaksi sabu-sabu di daerah itu. “Ruang gerak tersangka sudah lama kita pantau, namun sepandai-pandainya tersangka menutupi diri, kami berhasil menangkapnya,” sebut Kasat Nakoba Iptu Rajulan Harahap.

Ia mengatakan, sabu yang diamankan dari tangan wanita itu senilai Rp15 juta. Tersangka dijerat Pasal 114 jo 112 UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal empat  tahun dan maksimal seumur hidup.(wni/ita)