Perbatasan Rawan Selundupan Narkoba, Oknum Pelatih Tenis Meja Dibekuk

Dua pengedar ganja bersama barang bukti 15 paket besar ganja saat diamankan di Mapolres Pasaman. (IST)

Tim Satresnarkoba Polres Dharmasraya mengamankan DMD, 45. Pria berprofesi sebagai pelatih tenis meja ini, diringkus di Jorong Sungaikemuning, Nagari Sungairumbai, Kecamatan Sungairumbai, Senin (27/7) sekitar pukul 20.00. Dari penangkapan DMD, polisi mendapatkan sejumlah paket narkoba jenis sabu-sabu.

Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah menjelaskan, penangkapan DMD berdasar laporan warga dengan Nomor: LP/76/A/VII/2020/Polres tanggal 27 Juli 2020. Dalam laporan itu, DMD diduga sering melakukan transaksi narkoba di lingkungannya.

“Tersangka memang sehari-harinya menjadi pelatih tenis meja. Penangkapannya disaksikan oleh ketua pemuda dan salah seorang staf kantor nagari setempat,” ungkap Aditya didampingi Kasat Narkoba Iptu Rajulan, Selasa (28/7).

Saat penangkapan DMD, imbuh Aditya, petugas menemukan satu paket sedang dan satu paket kecil narkoba jenis sabu-sabu. Kedua paket itu berbungkus plastik bening. “Petugas juga mengamankan timbangan digital merek 8GB, satu macis, dan satu gulungan timah rokok,” ucapnya.

Tidak hanya itu, anggotanya turut mendapatkan barang bukti 45 kaca pirek beserta penutupnya, lalu bekas botol minuman kemasan. “Benda-benda ini diduga digunakan untuk alat isap sabu-sabu tersebut,” hematnya.

Melihat kasus tersebut, Aditya mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan lingkungan sekitarnya. Sebab, narkoba bisa mempengaruhi siapa saja. “Jika mendapat informasi adanya aktivitas memakai ataupun mengedarkan barang haram itu, kami meminta warga segera melapor kepada petugas kepolisian terdekat,” tegas Aditya.

Paket Besar Ganja
Sedangkan di Pasaman, Satres Narkoba Polres Pasaman kembali menangkap pengedar narkoba jenis ganja. Yakni DRA, 23, dan RFA, 20. Kedua pria tersebut berasal dari Lubukbasung, Kabupaten Agam. Mereka ditangkap di Jalan Lintas Sumatera Medan-Bukittinggi, tepatnya di Jorong IV Sumpadang, Nagari Padangmentinggi, Kecamatan Rao, Senin (27/7).

Kasat Narkoba Polres Pasaman Iptu Syafril Munir mengatakan, penangkapan kedua pemuda tersebut berawal dari laporan yang diterima salah seorang anggotanya. Yakni terkait adanya dua orang yang akan mengangkut ganja kering dari Sumatera Utara ke wilayah Sumbar.

Untuk itu, imbuhnya, sekitar pukul 01.15 WIB Senin (27/7), tim Satres Narkoba Polres Pasaman melakukan pengintaian. Tidak lama kemudian, tampak melintas sepeda motor Honda Scoopy merah BA 2690 TC. “Petugas pun curiga dengan motor yang mengangkut kedua tersangka tersebut, karena di atasnya juga terdapat karung goni plastik warna putih,” ujar Syafril, Selasa (28/7).

Namun, ketika petugas mendekati dan meminta pengendara motor itu berhenti, ia malah berusaha kabur dengan mengebut motornya. Petugas tentunya semakin curiga, sehingga berusaha kerap menghentikannya. “Saat pengejaran itu, karung yang diangkut dibuat oleh pengendara tersebut. Mungkin agar motornya bisa lari lebih cepat. Beruntung, petugas berhasil memberhentikannya,” ungkap Syafril.

Setelah diberhentikan petugas, DRA dan RFA ternyata masih berusaha melarikan diri. Namun usaha itu sia-sianya, karena petugas langsung meringkusnya. Lalu, mereka dibawa untuk membuka karung yang dibuangnya. “Pembukaan karung turut disaksikan warga. Ternyata benar, di dalamnya terdapat narkoba jenis ganja,” kata Syafril.

“Saat ditanya, tersangka mengaku dalam karung itu ada 15 paket ganja ukuran besar. Ganja itu dibawanya dari Kotanopan, Kabupaten Madina, Provinsi Sumatera Utara,” ungkap Syafril seraya mengatakan kedua tersangka langsung diangkut ke Mapolres Pasaman untuk proses lebih lanjut.

Diciduk di Pencucian Mobil
Di Kabupaten Tanahdatar, Tim Tarantula Satres Narkoba Polres Tanahdatar juga mengamankan terduga pengedar narkoba. Yakni RF, 25, warga Jorong Kububatanduak, Nagari Parambahan, Kecamatan Limakaum. Ia diringkus di salah satu pencucian mobil, di Jorong Kuburajo, Nagari Limokaum, Senin malam (27/7).

“Petugas menemukan tersangka di tempat pencucian mobil itu sekitar pukul 18.00. Dengan cepat petugas mengamankannya,” ujar Kasubag Humas Polres Tanahdatar, Iptu Desfiarta, Selasa (28/7).

Saat penggeledahan, imbuh Desfiarta, petugas menemukan barang bukti 3 paket narkoba jenis sabu-sabu, yang dibungkus menggunakan plastik bening seberat 1,9 gram.
“Petugas juga menemukan 1 unit timbangan digital yang disimpan dalam kantong warna hitam di celana pelaku,” ungkap Desfiarta.

Kini, katanya RF sudah diamankan di Mapolres Tanahdatar. Ia bakal diproses sesuai ketentuan dalam Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Seperti yang tertuang dalam Pasal 114 Ayat 1 dan Pasal 112 Ayat 1, tersangka bisa terancam dijerat hukuman maksimal 20 tahun penjara. (ita/l/stg)