Cegah Aksi Serupa, Polisi Sisir Gereja

6
Personel polisi dari Tim Jibom Satbrimob Polda Sumbar sedang melakukan pengawasan di Gereja GPIB Jemaat Efrata Padang, kemarin. (Adetio Purtama-Padang Ekspres)

Pasca-peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar Minggu pagi, Polda Sumbar melalui Tim Penjinak Bom (Jibom) Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Sumbar melakukan pengawasan dan pemantauan di seluruh gereja yang ada di Kota Padang, kemarin (29/3).

Pantauan Padang Ekspres di salah satu gereja di Padang yakni Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Jemaat “Efrata” Padang di Jalan Bagindo Aziz Chan, terlihat belasan personel dari Jibom Satbrimob Polda Sumbar melakukan pemantauan dan imbauan kepada pengurus gereja.

“Polisi tadi mengimbau agar tetap tenang dalam melaksanakan ibadah dan juga meminta kami melaporkan jika ada hal-hal yang mencurigakan di lingkungan gereja,” kata Pengurus Gereja GPIB Jemaat “Efrata” Padang, Jovan.

Menurutnya, situasi dan kondisi di Sumbar, khususnya Kota Padang masih terlihat kondusif dan tidak terlalu berpengaruh secara signifikan pasca-insiden bom bunuh diri yang terjadi di Makassar.

“Ya, saat ini kondisi bisa dikatakan kondusif, namun kita memang harus selalu waspada dan hati-hati untuk menciptakan kedamaian di Kota Padang ini dan Sumbar pada umumnya,” ungkap Jovan.

Lebih lanjut dikatakan, pihaknya mendukung apa yang diperintahkan oleh pemerintah dan pihak kepolisian terkait permasalahan tersebut. Ia pun mengatakan, pihaknya sepenuhnya percaya dalam pelaksanaan kegiatan ibadah bisa berjalan dengan aman dengan bantuan semua pihak.

“Kami tadi diminta oleh petugas kepolisian agar melaporkan jika nanti ada sesuatu yang menimbulkan kecurigaan di lingkungan gereja,” katanya.

Baca Juga:  Berdalih untuk THR, Oknum Pemnag Gunung Medan Lakukan Pungli

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto kepada awak media mengatakan, pemantauan dan pengawasan terhadap seluruh gereja yang ada di Kota Padang jelang perayaan Paskah ini merupakan bentuk pengawasan yang dilakukan kepolisian pasca-terjadinya bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar Minggu pagi.

“Ini langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan jelang perayaan Paskah pada awal bulan April mendatang,” kata Satake. Menurutnya, pengawasan di seluruh gereja tersebut rutin dilaksanakan. Tidak saja di tempat ibadah, tapi juga objek-objek vital.

Sementara itu, Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir mengatakan pasca-bom bunuh diri di Makassar, pihaknya langsung melakukan langkah antisipasi dengan meningkatkan koordinasi dengan petugas internal tempat ibadah dan menempatkan anggota secara terbuka.

Selama ini, katanya, pengamanan di tempat-tempat ibadah selalu dilakukan. Dia pun menegaskan, kondisi keamanan di Kota Padang kondusif.

“Sebenarnya selama ini juga sudah dilakukan kegiatan pengamanan seperti di tempat-tempat keramaian, tempat ibadah dan tempat-tempat lainnya. Operasi Yustisi pun terus dilakukan setiap harinya. Alhamdulilah, Kota Padang masih kondusif,” ungkapnya. Di penjagaan Polresta Padang, sambungnya, setiap tamu yang berkunjung akan diperiksa dan ditanyai keperluannya datang ke Mapolresta. (a/err)

Previous articleBupati Pessel Minta PSDA Rumuskan Solusi Banjir di Tapan
Next articleGiliran Pasaman-Pessel Dilanda Banjir