Di Sumbar, 955 Pelanggaran Tilang Elektronik, 36 STNK Diblokir

123
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto. (IST)

Sejak diluncurkan secara nasional 23 Maret lalu, tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Polda Sumbar ‎mencatat sebanyak 955 pelanggaran lalulintas yang dilakukan pengendara.

Dari 955 pelanggaran yang dilakukan pengendara tersebut, kebanyakan tidak memakai helm, sabuk pengaman dan memutar arah di bundaran.

“ETLE ‎ini dilaunching 23 Maret lalu. Di Padang, 24 Maret sampai 6 April kita masih lakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat Sumbar,” kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu, Kamis (29/4/2021).

Setelah sosialisasi aturan dilakukan, maka mulai 6 April sampai 14 April sosialisasi penindakan dari Tim ETLE yang berpusat di Polresta Padang.

“Pada 6-14 April ini kita sudah lakukan penindakan tanpa dikenakan denda tilang. Jadi penindakan telah dikirim kepada pelanggar berdasarkan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB),” ujarnya.

Kemudian lanjutnya, data pelanggaran lalulintas selama sosialisasi ETLE mulai 24 Maret sampai 5 April tercatat 955 pelanggaran.

“Seluruh pelanggaran ini ada tujuh pelanggaran yang dikelompokkan tim ETLE. Namun hanya tiga pelanggaran yang dilanggar oleh pengendara,” jelas Satake Bayu.

Ada tujuh kelompok pelanggarannya, ‎pertama tidak memakai helm sebanyak 715, kedua, tidak memakai sabuk pengaman 54, ketiga, menggunakan HP saat berkendara nihil, keempat, pelanggaran putar balik 186, kelima, melanggar APIL (traffic light) nihil, keenam, melanggar rambu atau marka jalan nihil dan terakhir melawan arus nihil.

Baca Juga:  48 Hakim Disanksi, 2 Dihukum Berat

“Jadi cuma tiga pelanggaran yang sering dilanggar pengendara,” katanya kepada awak media.

Sementara itu, untuk data pelanggaran lalulintas berupa surat konfirmasi tanpa dikenakan denda tilang ada sebanyak 598 pelanggaran. Ini terhitung mulai 6 April sampai 14 April.

Rincian pelanggarannya yaitu tidak memakai helm 332, tidak memakai safety belt 161, pelanggaran putar balik 105. “Jadi 598 pelanggaran ini telah dikonfirmasi kepada pengendaranya namun tidak diberikan denda tilang,” tuturnya.

Satake Bayu menambahkan, 15 April hingga saat ini tim ETLE akan memberlakukan denda tilang kepada pengendara yang terekam melakukan pelanggaran di sepuluh kamera pengintai yang tersebar di Padang.

“Mulai 15 April itu, tim ETLE sudah memberikan 24 tilang pada 24 kendaraan. Sembilan kendaraan sudah membayar dendanya di BRI, sisanya masih proses. Sementara ada 36 STNK yang telah diblokir karena tidak mengindahkan konfirmasi dari petugas,” pungkasnya.(idr)

Previous articleSidak BBPOM di Padang, Ditemukan Takjil Mengandung Zat Berbahaya
Next articleSesuai Arahan AHY, Politisi Demokrat Bagi-bagi Takjil ke Masyarakat