12 Napi Asimilasi Kembali Ditangkap

21
Pelaku curanmor saat mendapat perawatan medis di RS Bhayangkara Polda Sumbar, Minggu (28/6). (IST)

Mencoba melawan ketika ditangkap dengan menabrakkan motornya ke petugas, seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) terpaksa ditembak kakinya oleh Tim Elang Satreskrim Polresta Padang.

Pelaku yang baru keluar dari penjara dalam program asimilasi tersebut langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumbar. Penangkapan pelaku berinisial RF, 30, dilakukan Minggu (28/6) sekitar pukul 19.30 di pinggir jalan depan Kantor Dinas PU Provinsi Sumbar Jalan Taman Siswa No 5 Alai Parakkopi, Kecamatan Padang Utara.

Informasi yang diterima Padang Ekspres, warga Ketaping, Kelurahan Pasarambacang, Kecamatan Kuranji ini ditangkap setelah adanya laporan dari korban berdasarkan laporan polisi No. LP/197/B/VI/2020/SPKT-Kuranji, tanggal 28 Juni 2020 atas nama korban Hendri, 33, warga Padang Barat.

Berdasarkan laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan. Namun saat akan ditangkap, pelaku mencoba melawan petugas dengan menabrakkan motor ke petugas. Dengan cepat petugas menghindar dan terpaksa melakukan tindakan tegas dengan cara menembak kaki kanannya.

Pelaku langsung tergeletak dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumbar untuk mendapatkan pertolongan medis. Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan didampingi Kasat Reskrim Kompol Rico Fernanda mengatakan, pelaku merupakan napi asimilasi yang baru keluar dari Lapas Padang.

“Pelaku terpaksa ditembak kakinya karena melawan ketika ditangkap,” ujar Kapolresta.
Pelaku saat ini sudah ditahan di sel di tahanan Polresta Padang dan akan dikenakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Kapolresta menambahkan, selama tiga bulan terakhir, tercatat ada 28 kasus curanmor di Kota Padang dengan jumlah pelaku 35 orang. “Dari 35 orang pelaku yang ditangkap, 12 di antaranya napi asimilasi yang baru keluar dari penjara,” tambah Kasat Reskrim Kompol Rico Fernanda. (err)