Mantan Direktur RSUD Rasidin Divonis 6 Tahun

ilustrasi. (net)

Mantan Direktur RSUD dr Rasidin Padang Artati Suryani bersama tiga terdakwa lainnya dalam perkara korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) RSUD dr Rasidin Padang divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Padang, dalam sidang putusan kemarin (29/7).

Untuk terdakwa Artati, majelis hakim yang diketuai Fauzi Isra beranggotakan Emria Fitriani dan Elisya Florence memberikan vonis hukuman pidana selama enam tahun penjara, dengan denda Rp 200 juta subsider enam bulan.

“Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa selama enam tahun kurungan penjara, denda Rp 200 juta, dan subsider enam bulan. Serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 136 juta subsider satu tahun,” kata mejelis hakim saat membacakan amar putusan.
Tiga terdakwa lainnya yakni Ferry Oktaviano, Iskandar Hamzah, dan Syaiful Palantjui, juga divonis dengan hukuman berbeda oleh majelis hakim.

Terdakwa Ferry Oktaviano, divonis hukuman pidana selama empat tahun penjara, denda Rp 200 juta, subsider enam bulan. Serta uang pengganti Rp 231 juta subsider 1 tahun.
Sedangkan terdakwa Iskandar Hamzah divonis dengan hukuman pidana selama satu tahun enam bulan penjara, denda Rp 50 juta, dan subsider tiga bulan. Sementara terdakwa Syaiful Palantjui divonis dua tahun, denda Rp 100 juta, subsider tiga bulan. Uang pengganti Rp 187 juta subsider satu tahun.

Keempat terdakwa divonis oleh majelis hakim dengan dakwaan subsider yaitu Pasal 3 Undang-undang RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Vonis majelis hakim terbilang ringan jika dibanding tuntutan penuntut umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang dengan tuntutan delapan tahun enam bulan penjara.

Majelis hakim berpendapat, perbuatan terdakwa telah menyalahi wewenang dan merugikan keuangan negara. Majelis hakim juga menilai, perbuatan terdakwa terbukti menikmati uang dari kegiatan pengadaan alkes RSUD dr Rasidin Padang untuk keuntungan diri sendiri.
“Perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi,” tegasnya.

Terhadap putusan dari majelis hakim, empat terdakwa yang didampingi penasihat hukum (PH) mengaku pikir-pikir. Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Padang, Budi Prihalda Cs mengaku pikir-pikir.

Sebelumnya, dalam tuntutan JPU, terdakwa Artati dituntut delapan tahun dan enam bulan kurungan penjara, denda Rp 500 juta subsider tiga bulan. Tak hanya itu, terdakwa juga dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 136 juta dan subsider tiga bulan.

Tiga terdakwa lainnya Iskandar Hamzah, Ferry Oktaviano, dan Saiful Palantjui, juga dituntut sama. Hanya saja terdakwa Ferry Oktaviano, membayar uang pengganti Rp 221 juta subsider tiga bulan. Syaiful Palantjui, diwajibkan membayar uang pengganti Rp 187 juta subsider tiga bulan penjara.

Sedangkan terdakwa Iskandar Hamzah, diwajibkan membayar uang pengganti Rp 187 juta dan tidak dikenakan membayar uang pengganti. Pasalnya, terdakwa telah membayar uang pengganti sebelumnya. (i)