Warga masih Enggan Pakai Masker

17
ilustrasi. (net)

Sebanyak 15 orang warga kembali terjaring dalam operasi yustisi yang dilaksanakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Padang bersama tim gabungan, Selasa (29/9). Mereka terjaring di dua pasar tradisional yakni Pasar Gaung dan Pasar Pagi Paraklaweh, Kecamatan Lubukbegalung (Lubeg). “15 orang oknum masyarakat itu terbukti tidak menggunakan masker saat beraktivitas di pasar,” ujar Kepala Satpol PP Padang, Alfiadi.

Alfiadi menegaskan, dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Padang, Satpol PP bersama tim gabungan terus menggencarkan operasi yustisi dengan menyasar pusat-pusat perbelanjaan seperti pasar tradisional.

Selanjutnya, 15 orang pelanggar itu diberikan sanksi sosial sesuai dengan Perwako yang berlaku. “Mereka kami berikan sanksi kerja sosial yaitu membersihkan fasilitas umum dan jalan. Selain itu, kami juga pakaikan kepada mereka rompi yang bertuliskan pelanggar,” ungkapnya.

Alfiadi menyampaikan, sejak operasi yustisi digencarkan dua minggu lalu, kebanyakan masyarakat membawa masker. Namun mereka enggan untuk memakainya. “Mereka bawa masker tapi dipasang di bawah dagu. Ada juga bawa masker, tapi cuma disimpan di saku,” jelasnya.

Menyikapi itu, Alfiadi mengajak masyarakat Kota Padang untuk benar-benar mematuhi aturan yang berlaku. Ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Padang.
“Masker bisa menyelamatkan kita dari wabah Covid-19, bukan menyelamatkan dari razia. Jadi saya harapkan kepada masyarakat, sebagaimana yang sudah diinstruksikan oleh Pemko Padang, mari bersama-sama kita putus mata rantai penyebaran Covid-19 ini,” imbaunya.

Bertambah 104 Kasus
Sementara itu, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 kembali bertambah 104 kasus, kemarin (29/9). Dengan penambahan tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang mencatat jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Padang menjadi sebanyak 2.989 kasus.

“Iya, hari ini (kemarin red) ada penambahan 104 kasus positif Covid-19. Penambahan kasus ini hasil tracing dan testing sampel dari kasus-kasus positif Covid-19 sebelumnya,” kata Kepala Dinkes Kota Padang Ferimulyani kepada Padang Ekspres, kemarin.

Baca Juga:  Langgar Prokes, 840 Warga Disanksi

Dia menambahkan, 104 kasus positif Covid-19 itu para pasiennya berstatus tanpa gejala dan telah menjalani isolasi mandiri, karantina, dan dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Padang.

Di sisi lain, kata Ferimulyani, 13 orang pasien positif Covid-19 di Kota Padang juga dinyatakan sembuh. Total pasien sembuh hingga kini berjumlah 1.712 orang. Sedangkan total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia sebanyak 62 orang.

Dengan kondisi demikian, masyarakat sebagai garda terdepan untuk memutus rantai penularan Covid-19 diharapkan mulai mengikuti aturan dengan menjalankan protokol kesehatan, baik yang tertuang dalam Perwako Nomor 49 Tahun 2020 atau pun Perda Adaptasi Kebiasaan Baru.

“Dengan cara menerapkan pola 3M. Yakni, memakai masker. Tidak sekadar hanya memakai masker tetapi juga memakai masker dengan benar. Menjaga jarak, kemudian mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir,” terang Ferimulyani.

Berdasarkan hasil penelusuran data di laman resmi Dinkes Kota Padang, dari total 1.908 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut, 466 bergejala dan 749 tanpa gejala.
Dari 466 kasus positif bergejala tersebut, 165 orang pasiennya dirawat, 242 isolasi mandiri, dan 59 orang menjalani karantina. Sedangkan dari 749 kasus tanpa gejala, 39 orang pasiennya dirawat, 649 isolasi mandiri dan 61 orang menjalani karantina.

Sementara itu, dari 256 kasus suspek, 60 orang diantaranya dirawat dan 196 orang menjalani isolasi. Sedangkan pelaku perjalanan dari daerah terjangkit yang masih dalam pantauan sebanyak 64 orang. (a/i)