KPK Limpahkan Perkara Dugaan Suap ke PN Padang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara tersangka kasus dugaan suap pembangunan Jembatan Ambayan dan Masjid Agung Solok Selatan, Muhammad Yamin Kahar, ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1 A Padang, Selasa (31/3).

“Hari ini kami dari JPU (Jaksa Penuntut Umum) KPK, melimpahkan berkas perkara tindak pidana korupsi atas nama Muhammad Yamin Kahar. Yang bersangkutan merupakan (tersangka) pemberi suap kepada tersangka Bupati (nonaktif) Solok Selatan Muzni Zakaria,” ungkap JPU KPK Rikhi Benindo Maghaz, usai melimpahkan berkas di PN Kelas 1A Padang.

Dia menambahkan, pelimpahan dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P21) dan dilakukan penyerahan tersangka beserta barang bukti (tahap II), pada Kamis (19/3) lalu. Muhammad Yamin Kahar saat ini mendekam di Rutan Kelas II B, Anak Air Padang, setelah sebelumnya ditahan di Rutan KPK K4.

“Berkas perkara telah diterima PN Kelas 1 A Padang. Saat ini, kami tengah menunggu jadwal persidangan,” imbuhnya.

Rikhi menyebut, perkara kasus dugaan suap ini ditangani Tim JPU KPK yang beranggotakan 8 orang jaksa. Pihak JPU, katanya, mempersiapkan 38 orang saksi untuk mengungkap kasus ini.

“Cuma kami akan lihat nanti kondisi di persidangan. Kalau memang terdakwa kooperatif dan sesuai antara pembuktian kami dengan dakwaan, saksi yang kami panggil tidak sampai 38 orang. Mungkin hanya 10 sampai 15 orang saksi,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, terdakwa Muhammad Yamin Kahar didakwa dengan dakwaan alternatif yaitu pertama Pasal 5 ayat (1) huruf b UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20/ 2001 jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Atau kedua, Pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20/ 2001 jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

“Ancaman maksimal penjara 5 tahun. Denda maksimal Rp 250 juta subsider maksimal 1 tahun kurungan,” tukas Rikhi.

Ketua PN Kelas 1 A Padang, Yose Rizal mengatakan, setelah menerima berkas perkara, pihaknya akan mempelajari dan selanjutnya akan menetapkan majelis hakim.

“Setelah ditetapkan majelisnya, nanti majelis yang akan menetapkan jadwal sidang. Tergantung dari majelis hakim yang ditunjuk nanti,” ujar Yose.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Muhammad Yamin Kahar bersama Bupati Solok Selatan (nonaktif) Muzni Zakaria sebagai tersangka. Muzni Zakaria diduga menerima suap Rp 460 juta untuk proyek pembangunan Jembatan Ambayan. KPK juga mengatakan ada dugaan aliran suap Rp 315 juta terkait proyek Masjid Agung Solok Selatan yang diberikan Muhammad Yamin Kahar kepada bawahan Muzni. (idr)