Selama 2020, Terjadi 17 Pelanggaran Pidana, 23 Polisi Dipecat

34

Jumlah pelanggaran dalam bentuk tindak pidana yang dilakukan anggota Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) tahun ini meningkat dibanding tahun 2019. Tahun 2020 jumlah pelanggaran tercatat sebanyak 17 personel. Tahun 2019 hanya 8 personel.

Hal ini terungkap dalam konferensi pers akhir tahun 2020 yang digelar Polda Sumbar di ruang Jenderal Hoegeng lantai IV Polda Sumbar, Kamis (31/12/2020).

Konferensi pers tersebut dipimpin oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto, didampingi Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto, dan Pejabat Utama Polda Sumbar.

Pada kesempatan itu Polda Sumbar juga menyampaikan untuk personel yang melakukan pelanggaran disiplin, ditahun 2019 sebanyak 212 dan telah selesai diproses.

“Untuk tahun 2020 sebanyak 202 dengan penyelesaian 165 dan masih dalam proses 37,” kata Karoops Polda Sumbar Kombes Pol Heny Sulstiya yang dikutip dari website Polri.

Kemudian, jumlah personel yang telah dilakukan sidang Kode Etik Profesi Polri pada tahun 2019 sebanyak 36, dan untuk tahun 2020 sebanyak 55, dengan penyelesaian 41 dan dalam proses 14.

Baca Juga:  Agus Suardi Ajukan Justice Collabolator Kasus Dugaan Korupsi KONI Padang

“Untuk personel yang dilakukan PTDH (pecat) pada tahun 2019 adalah 11 personel, dan di tahun 2020 sebanyak 23 personel,” ungkapnya.

Selain menyampaikan pelanggaran, Polda Sumbar juga menyampaikan keberhasilan dalam pengungkapan kasus selama tahun 2020.

Yakni penghargaan dari Menteri ATR/BPN RI terkait pemberantasan mafia tanah. Penghargaan dari Kompolnas RI, terkait peluncuran aplikasi E-Dumas yang memudahkan masyarakat dalam pengaduan terhadap pelayanan Polri.

Ada juga penghargaan dari Menteri PUPR, karena Polda Sumbar berperan aktif dalam mensukseskan pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru. (*/bis)