I Care A Lot, Si Manipulatif Bertemu Lawan Sepadan

Marla Grayson (Rosamund Pike, kanan) dan Roman Lunyov (Peter Dinklage), dua karakter yang sama-sama licin dan licik. (netflix)

Jangan mengharapkan tokoh baik di I Care A Lot. Para lansia ditipu. Harta mereka dikuras habis oleh penipu ulung berkedok wali. Gangster pun ikut turun tangan. Mengesalkan, kasar, tapi menghibur.

Marla Grayson (Rosamund Pike) amat perhatian pada opa-oma yang menjadi kliennya. Dia mengurus perwalian mereka. Mengarahkan para lansia itu tinggal di panti wreda mahal supaya kondisi fisik dan mental mereka tetap prima.

Dan, yang paling krusial: Marla mengelola aset dan harta para klien sepuh tersebut. Dia bersembunyi di balik kedok wali untuk para lansia. Bisnis itu digarapnya bersama kekasih, Fran (Eiza Gonzalez).

Agar pekerjaannya kian mulus, dia menggaet dr Karen Amos (Alicia Witt) yang bertugas memberikan diagnosis–mulai stroke, pikun, hingga gangguan serius lain. Singkatnya, kondisi yang membuat si kakek atau nenek dinilai tak mampu mengelola aset sendiri. Sehingga, mutlak perlu wali.

Rapinya aksi Marla diuji saat menangani Jennifer Peterson (Dianne Wiest), pensiunan pebisnis kaya tanpa keluarga atau ahli waris. Sasaran ideal, terlebih dengan status kesehatan yang mendukung perwalian. Namun, Peterson punya “ring 1” yang garang, seorang gangster bernama Roman Lunyov (Peter Dinklage).

Roman jadi lawan sepadan Marla. Sama licin, licik, dan jahatnya. Keduanya saling serang. Sehingga, penonton pun terombang-ambing mendukung Marla dan Roman. Kisah ditutup dengan twist tak terduga. Tak bisa dibilang bahagia, namun dianggap sedih juga tidak pas.

I Care A Lot menghadirkan komedi gelap yang dibalut thriller. Alurnya dinamis, dengan kisah yang bikin geregetan. Sutradara dan penulis naskah J. Blakeson mengungkap, sosok Marla dikembangkan berdasar cerita nyata. “Amat jelas, banyak wali ’predator’ yang menyerang kaum sepuh yang begitu rentan; mereka memerangkap mereka dan menguliti apa yang dipunyai para lansia itu perlahan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Buka Peluang Talenta-talenta Baru, Resso Adakan Coaching Clinic

Dalam film yang rilis di layanan Netflix dan Amazon Prime Video itu, Blakeson ingin menampilkan konsep yin-yang. Marla manipulatif dan kerap mengekspos sisi lemah hukum, sementara Roman jelas-jelas melawan hukum, kejam, dan tak kenal ampun. Menurutnya, pertarungan amoral dua sosok itu menjadi sajian “lezat” di film.

Duel Marla dan Roman yang jadi inti cerita mendapat sanjungan kritikus. Rosamund Pike dan Peter Dinklage berhasil menjadi duo villain yang menyebalkan. “I Care A Lot adalah penampilan terbaiknya sebagai villain setelah Gone Girl (2014),” tulis Leah Greenblatt, kontributor Entertainment Weekly.

Sebagai Marla, Pike tampil bak naga. Fashionable, tegas, dan diliputi asap vape. Pike bilang, mendalami tokoh yang tak disukai seperti Marla cukup mudah. Sebab, tak ada keharusan untuk ”menyentuh” penonton. ”Mendalami karakter itu membuatku merasa campur aduk sekaligus puas,” tegasnya seperti dikutip Collider.

Peter Dinklage (Tyrion Lannister dalam Game of Thrones) yang dikenal dengan image intimidatif juga dinilai sukses mengeksekusi peran Roman. I Care A Lot menuai pro-kontra di kalangan kritikus. Dalam ulasannya di Empire, Terri White menilai, tone dan “bangunan” cerita Blakeson kadang tak konsisten.

“Namun, tema dan alurnya sungguh liar dan menarik, sehingga kelemahan itu termaafkan,” paparnya. The New York Times menulis, I Care A Lot ditulis dengan cerdas dan didukung penampilan cast yang solid. Well, setelah menonton film ini, barangkali kita diingatkan, yang terlalu perhatian tidak selalu baik. (fam/c17/nor/jpg)

Previous articleMenanti Guru dan Murid Beraksi
Next articleDemi Kemajuan Daerah, Pariyanto Minta Dukung Visi-Misi Bupati