IBL Bergulir 10 Maret, Kompetisi Pertama sejak Pandemi

ilustrasi. (IBL)

Indonesian Basketball League (IBL) 2021 resmi bergulir pada Rabu mendatang (10/3). Sebab, Polri telah menerbitkan izin keramaian pada Jumat malam (5/3). Dengan begitu, IBL akan menjadi kompetisi olahraga lokal pertama yang berlangsung sejak pandemi.

Ini sekaligus akhir dari rangkaian panjang perjalanan izin IBL. Awalnya, IBL 2021 bakal diadakan pada 16 Januari. Namun, kondisi belum membaik. Mereka belum mendapat izin keramaian. Akibatnya, penyelenggaraan IBL ditunda pada Maret.

Padahal, sejak Desember tahun lalu, mereka siap melakukan berbagai simulasi. Setelah operator berkoordinasi dengan Kemenpora, BNPB, Polri, dan Kemenkes, akhirnya disepakati IBL bisa bergulir lagi dengan aturan-aturan khusus.

Dirut IBL Junas Miradiarsyah mengakui, izin yang sudah mereka kantongi menjadi tanggung jawab besar. “Kami tidak mengejar siapa yang lebih dulu atau keberapa. Yang terpenting, kami diberi kepercayaan untuk bisa menjalankan apa yang sudah kami rencanakan. Keberhasilan event juga bergantung kepada semua yang terlibat,” ujarnya dalam sesi konferensi pers virtual Sabtu (6/3).

Pada fase pertama, IBL akan dimulai pada 10 Maret hingga 10 April di Robinson Cisarua Resort, Bogor. Ada empat seri yang bakal tersaji selama fase itu. Setiap seri berlangsung selama enam hari.

Baca Juga:  Honda Dihantui Musim Buruk Lagi

Setelah itu, ada jeda puasa dan Idul Fitri. Fase kedua baru dimulai pada 23 Mei sampai 6 Juni di Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta. Dalam fase tersebut, ada babak playoff hingga final. Semua pertandingan akan disiarkan secara langsung dan tanpa penonton.

Untuk fase pertama nanti, Junas menyebutkan bahwa ada 474 orang yang terlibat. Mulai pemain, ofisial, panitia, hingga petugas layanan di venue. Ring 1 yang merupakan lapangan pertandingan hanya dibatasi untuk 50 orang saja.

“Dengan menerapkan sistem gelembung, semua yang terlibat bakal masuk venue dan dikarantina selama kegiatan berlangsung. Mereka tidak bisa keluar sampai event selesai. Ada sanksi dan manual book yang sudah kami siapkan,” jelas Junas.

Pemain Prawira Bandung Diftha Pratama antusias ingin segera turun ke lapangan dalam hitungan hari lagi. Apalagi, mereka melakukan persiapan sejak beberapa bulan lalu. “Setiap tim pasti punya target masing-masing. Secara pribadi, saya ingin capai yang lebih baik daripada sebelumnya. Yang penting sih, semua bisa sehat biar kompetisi ini makin kompetitif,” kata Diftha. (gil/c14/bas/jpg)

Previous articleWarga Pertanyakan Hasil Pembangunan Embung Talago
Next articleRaya and the Last Dragon yang Kental Budaya Asia Tenggara