Indonesia hanya Dapat 20 Juta Dosis Vaksin

23
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (net)

Pandemi Covid-19 masih berlangsung dan pemerintah terus mengatur strategi penanganan. PPKM mikro dianggap ampuh untuk mengurangi dampak penularan Covid-19. Di sisi lain, dalam beberapa minggu ke depan, Indonesia mengurangi laju vaksinasi karena beberapa negara melakukan embargo vaksin Covid-19.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Airlangga Hartanto menyatakan bahwa pemerintah menambah lima propinisi baru untuk PPKM yang mulai hari ini (6/4) hingga 18 April nanti. Lima provinsi itu adalah Kalimantan Utara, Aceh, Sumatera Selatan, Riau, dan Papua. Alasan dari penambahan provinsi ini karena di propinsi yang menyelenggarakan PPKM jumlah penularan dan kematian turun.

”Kalau dilihat dari PPKM mikro dalam beberapa minggu terakhir ini, baik kasus aktif, kasus kesembuhan, maupun kasus fatality rate sudah mengalami penurunan,” ungkapnya kemarin (5/4). Perpanjangan PPKM Mikro itu didasarkan pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 7 Tahun 2021 yang dikeluarkan dan ditandatangani kemarin (5/4).

Pemerintah juga akan memperkecil jaring di lingkup terkecil yaitu di desa, RT dan RW. Jika sebelumnya indikator zona merah terdiri atas lebih dari sepuluh rumah, kini di atas lima rumah sudah digolongkan pada zona merah.

Sementara zona oranye jika penularan ada pada tiga hingga lima rumah, zona kuning pada satu dan dua rumah, serta zona hijau jika tidak ada kasus. ”Kriteria ini diperbaiki karena kita ingin melihat bahwa yang terkait dengan penularan Covid-19 lebih dicegah lagi,” katanya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam kesempatan yang sama menjelaskan dengan PPKM mikro angka kesakitan dan kematian menurun. ”Jangan sampai dengan liburan panjang yang bisa meningkatkan angka covid dihindari,” ujarnya.

Budi juga menyampaikan capaian vaksinasi di Indonesia. Vaksinasi massal Covid-19 di Indonesia telah menembus angka 12,7 juta vaksinasi. Sebelumnya pada 26 Maret jumlah vaksinasi mencapai 10 juta vaksinasi.

Budi menjelaskan, dengan capaian tersebut, Indonesia berada di posisi kedelapan dunia terkait negara yang cepat menggelar vaksinasi bagi rakyatnya. ”Jika tidak menambahkan negara yang memproduksi vaksin, maka Indonesia ada di posisi keempat,” ujar Budi.

Yang dikhawatirkan adalah vaksinasi pada minggu-minggu ke depan. Ini terkait adanya embargo vaksin dari berberapa negara. Seharusnya pada Maret dan April ini Indonesia mendapat 30 juta dosis vaksin. Sayang hanya mendapat 20 juta dosis. ”Sehingga laju vaksinasi akan diatur kembali,” ungkapnya. Budi menambahkan pada beberapa waktu mendatang, laju vaksinasi dapat dimungkinkan tak lagi seperti sekarang yang mencapai 2,5 juta dosis dalam sepekan.

Baca Juga:  Pertama di Sumbar! PR Tembus 16%, Simak Solusi dari Dr Andani...

Budi nyatakan bahwa pemerintah tengah melakukan negosiasi agar mendapatkan vaksin Covid-19. Termasuk mendatangi Tiongkok untuk memastikan tak ada embargo. ”Sehingga diharapkan Mei normal,” ucapnya.

Dengan adanya keterbatasan ini membuat pemerintah harus mengatur siasat. Salah satunya dengan memprioritaskan. Lansia akan menjadi prioritas sat kelangkaan vaksin Covid-19 terjadi. Budi menjelaskan alasannya karena lansia berisiko mengalami penularan lantas angka kesakitan dan kematiannya tinggi. ”Kami arahkan untuk disuntikan ke lansia dulu. Kalau ada sisanya suntikkan ke guru,” bebernya.

Pada kesempatan sama, Menko PMK Muhajdir Effendi menjelaskan terkait kegiatan saat Ramadhan nanti. Dia menuturkan bahwa Shalat Tarawih dan Shalat Ied diperkenankan. Namun harus ada syarat yang dipenuhi. ”Harus terbatas pada komunitas,” ungkapnya. Dia tidak menyarankan adanya jamaah yang tidak dikenal. Selain itu harus memenuhi protokol kesehatan.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian menambahkan, PPKM Bersakala Mikro yang selama ini dijalankan cukup efektif. Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan menekan laju kasus aktif angka penyebaran dan penularan Covid-19.

”Jika dibandingkan dengan masa sebelum pemberlakuan PPKM,” ujarnya dalam keterangan tertulis. Untuk itu, sebagai langkah memaksimalkan upaya penekanan angka kasus positif, PPKM Berbasis Mikro kembali diperpanjang dan diperluas.

Sama halnya dengan perpanjangan sebelumnya, PPKM Mikro dilakukan dengan mempertimbangkan kriteria zonasi pengendalian wilayah hingga ke tingkat RT. Terkait pembatasannya, Inmen 7/2021 tidak jauh berbeda dengan sebelumnya.

Untuk perkantoran, pegawai yang bekerja di kantor 50 persen. Ketentuan 50 persen juga berlaku untuk tempat ibadah, kegiatan restoran, hingga fasilitas umum dengan protokol kesehatan.

Sementara kegiatan sekolah dapat dilakukan daring dan luring. Khusus untuk perguruan tinggi, dapat dibuka secara bertahap dengan menetapkan proyek percontohan yang ditetapkan pemda.

Kemudian operasional pusat perbelanjaan dapat dibuka maksimal pukul 21.00. Adapun sektor esensial seperti kesehatan, pangan, dan kebutuhan pokok lainnya tetap dapat beroperasi penuh dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan.

Sementara, bagi wilayah di luar 20 daerah tersebut, Tito mengingatkan untuk tidak kendor. Dia diminta untuk tetap memperkuat, meningkatkan sosialisasi dan penegakan hukum terhadap pelanggar protokol kesehatan Covid-19. (lyn/far/jpg)

Previous articleTak Kurang Rp 150 Miliar, Pasar Bawah segera Direvitalisasi
Next articleTotal Hukuman Djoko Tjandra Sembilan Tahun