Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mensos: Keluarga Terdampak Banjir Terima Bantuan Rumah, Jadup, dan Santunan

Hendra Efison
Penulis: Hendra Efison❯

Kemensos menyiapkan bantuan isian rumah, jadup, pemberdayaan ekonomi, serta santunan korban meninggal dan luka berat di Aceh, Sumbar, dan Sumut.
Kemensos menyiapkan bantuan isian rumah, jadup, pemberdayaan ekonomi, serta santunan korban meninggal dan luka berat di Aceh, Sumbar, dan Sumut.
PADEK.JAWAPOS.COM—Kementerian Sosial menyiapkan bantuan pascabencana berupa isian rumah, jaminan hidup, pemberdayaan ekonomi, dan santunan korban jiwa bagi warga terdampak banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.


Advertisement

Informasi tersebut disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Gus Ipul mengatakan bantuan akan diberikan setelah keluarga terdampak memasuki hunian sementara (Huntara) atau hunian tetap (Huntap).

Setiap keluarga akan menerima bantuan isian rumah sebesar Rp3 juta.

Advertisement

“Kami setelah berkoordinasi dengan Pak Seskab dan Menteri Keuangan, akan memberikan bantuan Rp3 juta untuk membeli isian rumah, apakah itu alat-alat dapur atau alat rumah tangga lainnya,” kata Gus Ipul.

Selain isian rumah, Kemensos juga menyiapkan dukungan pemulihan ekonomi.

“Setelah itu, nanti akan dilakukan asesmen bersama pemerintah daerah. Akan diberikan bantuan sebesar Rp5 juta dalam rangka pemberdayaan dan pemulihan ekonomi, per keluarga,” ujarnya.

Advertisement

Keluarga terdampak juga akan memperoleh bantuan jaminan hidup (jadup). Bantuan ini diberikan dalam bentuk tunai sebesar Rp15 ribu per hari per orang, atau Rp450 ribu per bulan selama tiga bulan.

“Per hari Rp15 ribu. Per bulannya Rp450 ribu per orang, kali tiga bulan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Gus Ipul melaporkan perkembangan penyaluran santunan bagi korban meninggal dunia dan luka berat.

Santunan disalurkan setelah verifikasi pemerintah daerah dan BNPB.

“Bagi yang meninggal diterima ahli waris sebesar Rp15 juta per korban, sementara yang luka berat Rp5 juta,” kata Gus Ipul.

Ia menyebut hingga 30 Desember, santunan telah disalurkan kepada 86 ahli waris di Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Pidie, dan Kota Sibolga.

“Semuanya kami salurkan setelah ditandatangani bupati atau wali kota,” imbuhnya.

Gus Ipul menambahkan bahwa seluruh bantuan disalurkan berdasarkan mekanisme berjenjang penanggulangan bencana, mulai dari evakuasi hingga rekonstruksi.

Rumah warga akan diklasifikasikan rusak berat, sedang, dan ringan untuk menentukan bentuk dukungan.

“Nanti jika dibutuhkan tentu akan ada huntara. Setelah warga menempati huntara atau huntap, pemerintah menyiapkan bantuan lanjutan berupa isian rumah, jaminan hidup, dan pemberdayaan ekonomi,” katanya.

Ia menegaskan bantuan Rp3 juta dan Rp5 juta diberikan sekali, sementara jadup diberikan selama tiga bulan. Seluruh penyaluran dilakukan berdasarkan asesmen dan verifikasi pemerintah daerah serta BNPB.(*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kemensos Salurkan Bantuan Rp428 Juta untuk 245 Warga Rentan di Pariaman, Lansia hingga Pelajar Jadi Prioritas

Kemensos Salurkan Bantuan Rp428 Juta untuk 245 Warga Rentan di Pariaman, Lansia hingga Pelajar Jadi Prioritas

Kemensos menyalurkan bantuan ATENSI senilai Rp428 juta kepada 245 warga rentan di Kota Pariaman, meliputi lansia, pelajar, dan keluarga kurang mampu.

Pemko Padang Bantu 19 Perahu Fiber, 19 Mesin Tempel dan 724 Jaring untuk Nelayan Terdampak Bencana

Pemko Padang Bantu 19 Perahu Fiber, 19 Mesin Tempel dan 724 Jaring untuk Nelayan Terdampak Bencana

Pemko Padang menyerahkan 19 perahu fiber, 19 mesin tempel 15 PK, dan 724 jaring untuk nelayan di Padang Utara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer