Program TJSL Pertamina di Sungai Musi Libatkan 307 Warga, Bentuk 30 Sentra Perikanan Terintegrasi


PALEMBANG — PT Pertamina Patra Niaga menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Belida Musi Lestari sejak 2022 di Sungai Musi, Sumatera Selatan, untuk memulihkan ekosistem sungai sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat, dengan capaian penjualan ikan naik hingga 809 persen.
Program ini diinisiasi melalui unit Kilang Plaju sebagai respons terhadap ancaman kepunahan ikan endemik Belida akibat penangkapan tidak terkendali dan degradasi lingkungan.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menyatakan Sungai Musi memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat Sumatera Selatan.
“Sungai Musi bukan hanya ikon Provinsi Sumatera Selatan, tapi juga menjadi urat nadi kehidupan, jejak sejarah, dan identitas budaya masyarakat di sana,” ujar Roberth dalam keterangan resmi.
Ia menambahkan, ikan Belida telah lama menjadi bagian dari budaya lokal, termasuk sebagai bahan utama kuliner khas seperti pempek.
Kerusakan ekosistem sebelumnya berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat bantaran sungai, dengan Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) tercatat sebesar 95,53.
Kondisi tersebut juga terlihat di Kampung Perikanan Sungai Gerong yang sempat mengalami fenomena “gulung waring”, yaitu kegagalan usaha budidaya akibat perubahan lingkungan.
Program Belida Musi Lestari dijalankan melalui pendekatan ekosistem perikanan berdikari dengan lima pilar, yakni kemandirian benih, proses budidaya, pakan, produk, dan pengetahuan.
“Program ini tidak memberikan bantuan instan yang bersifat sementara, melainkan membangun sistem yang mandiri dari hulu hingga ke hilir. Hasilnya pun nyata, kini telah terbentuk 30 sentra perikanan terintegrasi,” kata Roberth.
Secara sosial, program ini melibatkan 307 jiwa dari delapan kelompok rentan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




