Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Produk Indonesia bakal Nikmati Tarif 0 Persen

Novitri Selvia • Rabu, 24 September 2025 | 11:00 WIB

KESEPAKATAN: Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) bersama Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Komisi Eropa Maros Sefcovic di Badung, Bali, kemarin (23/9).
KESEPAKATAN: Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) bersama Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Komisi Eropa Maros Sefcovic di Badung, Bali, kemarin (23/9).

PADEK.JAWAPOS.COM-Setelah hampir satu dekade berunding, Indonesia dan Uni Eropa akhirnya mencapai kesepakatan substantif dalam kemitraan ekonomi.

Penandatanganan bersejarah kemarin (23/9) menjadi tindak lanjut dari pengumuman yang disampaikan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen setelah pertemuan di Belgia pada Juli lalu.

Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga di kawasan Asia Tenggara, setelah Singapura dan Vietnam, yang meneken kesepakatan tersebut.

“Dari putaran pertama perundingan di Brussels, Belgia, pada 20–21 September 2016 hingga hari ini (kemarin, 23/9, red) di Bali, perjalanan sembilan tahun ini telah membawa kita pada sebuah tonggak bersejarah. Era baru dalam kolaborasi antara 723 juta orang dari kedua negara dengan nilai lebih dari USD 21 triliun dimulai,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers bersama Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Komisi Eropa Maros Sefcovic seusai acara penandatanganan di Nusa Dua, Badung, Bali, kemarin.

Perjanjian itu diharapkan bakal memperluas ekspor dan memperkuat akses pasar Indonesia di kawasan Uni Eropa. Liberalisasi perdagangan yang diatur mencakup barang, jasa, dan investasi, termasuk komitmen penghapusan tarif lebih dari 98 persen jenis produk serta 99 persen dari total nilai impor.

Penerapan kesepakatan itu dimulai pada 1 Januari 2027. Sejak awal implementasi, produk Indonesia akan langsung menikmati tarif nol persen di 90,40 persen pasar Uni Eropa.

Produk unggulan ekspor Indonesia seperti minyak sawit, kopi, tekstil, alas kaki, hingga furnitur diproyeksikan meningkat pesat. Kesepakatan ini juga membuka jalan bagi ekspor produk berteknologi tinggi seperti ponsel pintar dan perangkat telekomunikasi.

Selain itu, fasilitasi perdagangan akan ditingkatkan lewat prosedur ekspor-impor yang lebih sederhana serta kerja sama pabean yang lebih erat.

“Merupakan kehormatan bagi saya untuk berdiri di sini hari ini bersama Menteri Airlangga juga seluruh Duta Besar Uni Eropa dan tim negosiasi Indonesia yang sangat tangguh, kuat, dan dinamis pada seremoni bersejarah ini,” ujar Maros.

Uni Eropa salah satu investor terbesar di Indonesia dengan kontribusi signifikan pada sektor kimia dan farmasi, jasa, kawasan industri, perhotelan, perdagangan, serta industri makanan.

Kesepakatan ini juga menandai inovasi baru di sektor perdagangan digital, yang sejalan dengan tren global maupun inisiatif ASEAN Digital Economy Framework Agreement yang diprakarsai Indonesia pada 2023.

Pembuka Jalan

Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai penandatanganan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) membuka jalan bagi terciptanya perdagangan yang lebih adil bagi Indonesia.

“Setelah melalui 19 kali putaran pembahasan, kesepakatan akhirnya bisa diwujudkan. Pelaku usaha berperan penting dalam menjaga agar proses negosiasi tetap berpijak pada realitas industri di Indonesia maupun Uni Eropa,” urai Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani kepada Jawa Pos kemarin.

Shinta memaparkan, nilai ekspor Indonesia ke Eropa pada 2024 tercatat mencapai USD 17,3 miliar dengan tarif nol persen. Menurutnya, potensi ekspor masih bisa meningkat signifikan hingga USD 60 miliar.

Proyeksi kenaikan volume ekspor mencapai 50 persen dalam tiga hingga empat tahun mendatang. Kerja sama ini, lanjut Shinta, tidak hanya menguntungkan Indonesia, tapi juga Uni Eropa.

Indonesia akan memangkas tarif sebesar 97,75 persen untuk produk-produk yang mencakup 98 persen impor dari Uni Eropa, sehingga eksportir Eropa memperoleh akses lebih luas ke pasar domestik. (agf/ttg/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#Ursula von der Leyen #IEU-CEPA #prabowo subianto #uni eropa