Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sekdaprov Sumbar Pastikan Penanganan Banjir dan Longsor di Padangpariaman, Padang, Agam, dan Solok

Hendra Efison • Selasa, 25 November 2025 | 13:01 WIB

Evakuasi warga kompleks di Tabiang Banda Gadang, Nanggalo, Padang, yang terjebak banjir, Selasa pagi (25/11/2025). (Dok)
Evakuasi warga kompleks di Tabiang Banda Gadang, Nanggalo, Padang, yang terjebak banjir, Selasa pagi (25/11/2025). (Dok)
PADEK.JAWAPOS.COM– Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, memastikan seluruh perangkat daerah telah dikerahkan untuk menangani dampak bencana hidrometeorologi yang melanda beberapa wilayah Sumbar.

Fokus utama penanganan adalah keselamatan warga dan percepatan proses darurat.

“Prioritas kita adalah keselamatan warga. Sesuai arahan Gubernur, semua perangkat terkait seperti BPBD, Dinas Sosial, Dinas BMCKTR, Dinas SDA BK, Dinas Kesehatan, dan jajaran teknis sudah berada di lapangan,” ujar Sekdaprov Arry Yuswandi, Selasa siang (25/11/2025).

Bencana berupa banjir, angin kencang, dan tanah longsor terjadi di Kabupaten Padangpariaman, Kota Padang, Kabupaten Agam, dan Kota Solok. Ribuan warga terdampak, dengan kerusakan pada infrastruktur dasar dan fasilitas umum.

Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Erasukma Munaf, menyebut Kabupaten Padangpariaman menjadi wilayah paling parah terdampak. Per Selasa (25/11, pukul 03.00 WIB), tercatat:

“Perkiraan awal kerugian mencapai Rp4,88 miliar. Bupati Padangpariaman telah menetapkan status tanggap darurat sejak 23 November selama 14 hari,” jelas Erasukma.

Di Kota Padang, beberapa titik banjir dan pohon tumbang akibat angin kencang dilaporkan. Kejadian serupa terjadi di Kota Solok dan Kabupaten Agam, berdampak pada pemukiman dan akses jalan.

“Laporan kabupaten/kota masuk setiap jam ke BPBD Provinsi. Data ini kami himpun dan teruskan ke pimpinan sebagai dasar pengambilan kebijakan,” tambah Erasukma.

Saat ini, tim TRC BPBD bersama TNI/Polri, Basarnas, relawan, dan pemerintah nagari melakukan evakuasi dan pendataan kerusakan.

Dapur umum telah didirikan di beberapa titik, termasuk di Kecamatan Ulakan Tapakis, sementara jalan yang terputus sedang ditangani dengan alat berat.

Proses pemulihan infrastruktur akan dilakukan sesuai arahan Gubernur setelah kondisi aman dan cuaca memungkinkan.(*)

Editor : Hendra Efison
#longsor Padangpariaman #Banjir Sumbar #penanganan bencana Sumatera Barat #TRC BPBD