Dua hari setelah kejadian, BUMN Karya Hutama Karya (HK) menurunkan tim teknisi untuk percepatan pemulihan akses jalan yang juga menghubungkan transportasi ke Riau ini.
Pekerja HK ditargetkan memperbaiki jalur sementara agar distribusi dan mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Dengan dukungan alat berat, petugas di lapangan bekerja tanpa henti.
“Kita siang malam, terpenting jalur ini siap lebih cepat dari target,” ujar salah seorang pekerja di lokasi, Kamis (11/12/2025) sore.
Hutama Karya (HK) Grup juga bergerak cepat merespons rangkaian bencana banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumatra.
Hingga Rabu (10/12) pukul 10.00 WIB, aksi tanggap darurat telah berjalan serentak di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh melalui pendirian posko, penyaluran logistik, serta pengerahan alat berat.
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa langkah cepat HK Grup merupakan bagian dari koordinasi terpadu BUMN dalam penanganan darurat.
“BUMN hadir di garis depan. HK Grup melakukan langkah darurat yang terkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur penanganan bencana,” ujarnya.
Di Sumatera Utara, ribuan warga mengungsi di area tol. Empat posko darurat didirikan di Gerbang Tol Pangkalan Brandan untuk menampung 75 kepala keluarga dari Desa Harapan Jaya, Harapan Baru, dan Harapan Maju.
Posko lainnya berada di Rest Area 41B Tol Binjai–Langsa yang menampung sekitar 1.500 pengungsi serta Kantor Gebang dengan 240 warga terdampak.
Seluruh posko didukung logistik berupa makanan siap santap, obat-obatan, air mineral, family kit, pakaian, selimut, dan tenda.
HK Grup turut berkoordinasi dengan BPBD, Marinir, Polres, serta Satgas BUMN. Untuk membuka akses, alat berat dikerahkan di ruas Tarutung–Sibolga, termasuk dua excavator PC200, satu excavator PC300, satu tangki BBM 16 KL, dan dua wheel loader.
“Saat ini, area Tol Binjai–Langsa masih difungsikan sebagai posko besar dengan sekitar 940 warga yang masih mengungsi,” kata Dony.
Di Sumatera Barat, respons difokuskan pada evakuasi serta normalisasi akses, termasuk pada ruas Lembah Anai. HK Grup mengerahkan alat berat untuk mengevakuasi material longsor di Nagari Sungai Durian Koto Mambang (Padang Pariaman), Lembah Anai, Lubuk Minturun, dan Pasar Baru Unand, Kota Padang. Total peralatan yang dikerahkan mencakup 3 excavator PC200 dan 1 excavator PC75.
HK juga membentuk Posko Satgas HK di Gerbang Tol Padang dengan dukungan OPT, HKI, PJT, dan HPSL. Bantuan berupa makanan siap saji, obat-obatan, matras, tenda, selimut, perlengkapan kebersihan, serta family kit disalurkan kepada warga. Bantuan tahap kedua diturunkan dalam bentuk selimut, kasur lipat, mie instan, air mineral, minyak goreng, pop mie, susu bayi, gula, teh, kopi, popok bayi, dan genset. Bantuan itu tersebar di tujuh titik di Sumbar.
Dukungan alat berat juga diperluas untuk wilayah Agam, Padangpariaman, Padang, Lembah Anai, dan Tanahdatar. Di Lembah Anai saja, tercatat 17 excavator PC200, 3 excavator PC300, 1 excavator mini, 1 excavator long arm, 3 dump truk, 1 bulldozer, 1 vibro, dan 1 hiab crane sedang bekerja.
Sementara di Aceh, HK Grup menyalurkan dukungan berupa Jembatan Bailey (1 unit 43 meter dan 2 unit 48 meter), dua excavator PC200, dua dump truk, serta suplai solar untuk operasional.
Dony menegaskan bahwa rangkaian aksi tersebut merupakan wujud kehadiran negara dalam masa darurat.
“HK bergerak cepat dan terstruktur, memastikan warga mendapatkan tempat aman, akses terbuka, dan kebutuhan dasar terpenuhi. Ini adalah komitmen BUMN dalam menjalankan misi kemanusiaan,” ujarnya.
Menurutnya, fokus utama tetap pada keselamatan warga, pemulihan akses, dan percepatan distribusi bantuan. “Pemulihan akses dan bantuan kemanusiaan terus dilakukan hingga kondisi kembali pulih,” tutupnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto