PADEK.JAWAPOS.COM—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk tujuh kota di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada Jumat (6/2/2026).
Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Sumbar didominasi berawan dan hujan ringan, dengan beberapa daerah mengalami udara kabur hingga kabut/asap.
BMKG mencatat suhu udara di Sumatera Barat berada pada kisaran 17 hingga 31 derajat Celsius, sementara kelembapan udara berkisar antara 54 hingga 99 persen.
Tingginya tingkat kelembapan ini berpotensi mendukung pembentukan awan hujan, sehingga masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Untuk wilayah yang mengalami cuaca berawan, BMKG mencatat terjadi di Kota Padang, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Kota Payakumbuh, dan Kota Pariaman. Sementara itu, udara kabur terpantau terjadi di Kota Padang Panjang dan Kota Bukittinggi.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang akan beraktivitas di luar ruangan maupun melakukan perjalanan, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca secara mendadak, terutama pada wilayah dengan tingkat kelembapan tinggi.
Berikut rincian prakiraan cuaca di tujuh kota di Sumatera Barat:
1. Kota Padang
Berawan, suhu 22–27 derajat Celsius, kelembapan udara 71–88 persen.
2. Kota Solok
Berawan, suhu 21–27 derajat Celsius, kelembapan udara 64–91 persen.
3. Kota Sawahlunto
Berawan, suhu 22–30 derajat Celsius, kelembapan udara 58–97 persen.
4. Kota Padangpanjang
Udara kabur, suhu 19–25 derajat Celsius, kelembapan udara 70–99 persen.
5. Kota Bukittinggi
Udara kabur, suhu 18–24 derajat Celsius, kelembapan udara 63–99 persen.
6. Kota Payakumbuh
Berawan, suhu 21–29 derajat Celsius, kelembapan udara 56–94 persen.
7. Kota Pariaman
Berawan, suhu 25–29 derajat Celsius, kelembapan udara 72–95 persen.
BMKG menegaskan bahwa prakiraan cuaca ini merupakan hasil analisis teknologi permodelan prediksi cuaca berbasis komputer atau Numerical Weather Prediction (NWP).
Oleh karena itu, kondisi cuaca di lapangan masih dapat berubah tergantung pada berbagai faktor dinamika atmosfer. (*)
Editor : Adetio Purtama