Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

PTBA Luncurkan Reverse Vending Machine, Ubah Sampah Jadi Rupiah

Heri Sugiarto • Jumat, 13 Maret 2026 | 16:49 WIB

PT Bukit Asam (PTBA) meluncurkan Reverse Vending Machine (RVM) sebagai bagian dari inisiatif pengelolaan sampah plastik berbasis digital.(Foto: Corcom)
PT Bukit Asam (PTBA) meluncurkan Reverse Vending Machine (RVM) sebagai bagian dari inisiatif pengelolaan sampah plastik berbasis digital.(Foto: Corcom)
PADEK.JAWAPOS.COM-PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) terus memperkuat komitmennya sebagai perusahaan energi yang berorientasi pada keberlanjutan dan pelestarian lingkungan. Upaya tersebut diwujudkan melalui pengembangan program pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai.

Salah satu inisiatif yang dijalankan adalah peluncuran Reverse Vending Machine (RVM) melalui kampanye “Sampah Jadi Berkah, Botol Jadi Rupiah”. Program ini bertujuan meningkatkan efektivitas pemilahan sampah dari sumbernya serta membangun kesadaran lingkungan di kalangan karyawan dan masyarakat.

General Services Dept. Head PTBA, Renny Tri Miranti, menjelaskan bahwa penggunaan RVM menjadi langkah konkret perusahaan dalam menghadirkan solusi inovatif pengelolaan sampah plastik.

"Program ini juga mendukung pelaksanaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) dan pelaporan keberlanjutan perusahaan," katanya.

PTBA menyediakan 5 unit Reverse Vending Machine yang ditempatkan di area perkantoran tambang dan non-tambang, kawasan Perumahan Tanah Putih, serta beberapa fasilitas umum.

Setiap botol plastik yang dimasukkan ke dalam mesin akan tercatat secara digital dan dikonversi menjadi poin sebagai bentuk apresiasi bagi pengguna.

Untuk menggunakan RVM, pengguna memastikan botol dalam kondisi kosong, tidak berisi cairan, dan label masih menempel agar proses identifikasi berjalan optimal. Pengguna kemudian menekan tombol mulai pada layar mesin, memasukkan botol satu per satu, dan menunggu indikator hijau yang menunjukkan botol diterima sistem.

Setiap botol yang diterima akan otomatis dihitung dan dikonversi menjadi poin. Setelah selesai, pengguna menekan tombol ambil poin dan memindai QR Code menggunakan akun Plasticpay. Poin tersebut langsung masuk ke akun masing-masing.

Seluruh data botol plastik yang dikumpulkan melalui RVM tersimpan dalam sistem secara transparan dan dapat ditelusuri sebagai bagian dari kontribusi terhadap pengurangan sampah plastik.

Material yang terkumpul kemudian diproses melalui sistem daur ulang terukur untuk menghasilkan kembali bahan baku yang dapat digunakan dalam berbagai produk keseharian.

Melalui inisiatif ini, PTBA berharap pengumpulan botol plastik melalui RVM dapat membantu mengurangi timbulan sampah plastik di area operasional perusahaan serta memperkuat budaya peduli lingkungan di masyarakat.

“PTBA mengajak seluruh pegawai dan masyarakat untuk menjadi bagian dari pionir teknologi masa depan dalam pengelolaan sampah yang lebih bersih, tertib, dan berkelanjutan,” ujar Renny Tri Miranti.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#pt bukit asam #Teknologi Pengelolaan Sampah #ptba #reverse vending machine #sampah plastik #pemilahan berbasis digital #Renny Tri Miranti #ekonomi sirkular