PADEK.JAWAPOS.COM-Jelajah Padang merupakan program unggulan ke-9 kota Padang yang memiliki 4 aktivasi: penataan kawasan pinggir pantai, pengembangan sektor wisata dan ekonomi kreatif, revitalisasi dan aktivasi wisata tematik, toilet bersih di area publik.
Kata ‘jelajah” terinspirasi dari aktivitas wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman dalam berwisata dan key person yaitu urang padang jalan barampek. Adapun tema tahun ini yaitu “Lebaran Nyaman di Jelajah Padang”
Tema tersebut ini merujuk pada konsep berwisata selama libur lebaran yang fokus pada kenyamanan pengunjung.
Menjelang Lebaran 1447 H/ 2026 Pemerintah Kota Padang menekankan bahwa destinasi harus siap menyambut wisatawan dengan standar pelayanan yang baik, bebas dari pungutan liar (pungli/ tuan takur) dan yang paling penting menjamin keselamatan.
Kepulangan Perantau dan Kunjungan Wisatawan menjadi hal penting dalam implementasi Lebaran Nyaman di Jelajah Padang.
Lebaran Nyaman berfokus pada:
1. Keamanan dan Keselamatan.
2. Bebas Pungli/ Tuan Takur.
3. Kesiapan Infrastruktur dan layanan.
4. Manajemen Arus Wisatawan.
Adapun hal strategis yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Padang dalam mengawal Lebaran Nyaman, mulai dari Pencegahan Pungutan Liar dan PraktIk Tuan Takur, Peningkatan Kebersihan & Keindahan, Mitigasi Gangguan Trantibum, Ketersediaan Toilet Bersih, sampai dengan Sigap Call Center 112 & Hotline Pengaduan.
Sinergi dan kolaborasi lintas stakeholder adalah kunci.
Kenyamanan akan menghasilkan pengalaman (Taste of Padang Experience) dan pengalaman akan memberikan dampak.
Libur panjang bagi perantau dan wisatawan tidak hanya menjadi momen melepas penat, tapi juga mesin penggerak ekonomi yang berkelanjutan.
Dampak dari penerapan Lebaran Nyaman sangat signifikan, mulai dari kesejahteraan psikologis wisatawan dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Jelajah Padang merupakan progul paripurna yang akan mengantarkan kota Padang sebagai Kota Gastronomi Pertama dari Indonesia (UNESCO City of Gastronomy).
Selamat Datang Perantau dan Wisatawan di “Lebaran Nyaman di Jelajah Padang”.(*)
Editor : Heri Sugiarto