Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Krisis Bahan Bakar Reaktor Nuklir Serpong, Stok Diperkirakan Hanya Cukup hingga 2026

Novitri Selvia • Kamis, 26 Maret 2026 | 11:27 WIB

Photo
Photo

PADEK.JAWPAOS.COM-Fasilitas reaktor nuklir di Serpong, Banten terancam kehabisan bahan bakar. Untuk itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mempercepat revitalisasi fasilitas penyediaan bahan bakar.

Merujuk data resmi dari BRIN, Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy (RSG-GAS) Serpong itu menggunakan uranium silisida dengan tingkat pengayaan rendah (Low Enriched Uranium/LEU).

Bahan bakar tersebut diproduksi di fasilitas fabrikasi bahan bakar nuklir di Gedung 60 (Gd. 60).

Persoalan muncul setelah sejumlah fasilitas di tempat fabrikasi bahan bakar nuklir tidak beroperasi sejak 2021. Bahan bakar reaktor nuklir yang tersedia saat ini diperkirakan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sepanjang 2026.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Bahan Nuklir dan Limbah Radioaktif (PRTBNLR) BRIN Supardjo menjelaskan, perbaikan terhadap fasilitas di Gedung 60 pada prinsipnya masih dapat dilakukan secara mandiri.

Adapun Kepala PRTBNLR BRIN Maman Kartaman Ajiriyanto menambahkan, upaya revitalisasi sudah jadi salah satu agenda mereka.

“Kami melakukan cek fisik secara menyeluruh terhadap peralatan proses dan fabrikasi bahan bakar nuklir,” kata Maman, kemarin (25/3).

Namun demikian, sejumlah fasilitas penunjang memerlukan pembaruan. Terutama pada peralatan kendali kualitas seperti X-ray, ultrasonic testing (UT), serta mesin las.

Selain itu, sistem ventilasi (VAC) dan infrastruktur internal gedung juga direkomendasikan untuk direvitalisasi, sehingga memenuhi standar keselamatan dan keandalan operasional yang lebih mutakhir. Maman menekankan urgensi percepatan revitalisasi fasilitas tersebut.

“Langkah revitalisasi harus segera direalisasikan agar pasokan bahan bakar dapat terjamin untuk operasional reaktor ke depan,” jelasnya. (wan/ttg/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#Maman Kartaman Ajiriyanto #krisis bahan bakar #reaktor nuklir #Supardjo Hadinagoro #BRIN