Pertama di Dunia, Tiongkok Temukan Kasus Flu Burung pada Manusia

19
Petugas medis Tiongkok memberikan penjelasan kepada warga terkait flu burung. Tiongkok melaporkan menemukan infeksi pada manusia dari jenis flu burung H10N3 pada Selasa (1/6). (jpg)

Tiongkok melaporkan menemukan infeksi pada manusia dari jenis flu burung H10N3 pada Selasa (1/6). Infeksi flu burung pada manusia merupakan yang pertama kali terjadi di dunia. Namun, risiko penyebaran secara luas jenis flu burung H10N3 terbilang rendah.

Pria yang terinfeksi flu burung adalah warga kota Zhenjiang. Dia dirawat di rumah sakit pada 28 April 2021 setelah mengalami demam dan gejala lainnya beber Komisi Kesehatan Tiongkok (NHC) dalam sebuah pernyataan.

Dia didiagnosis mengidap virus flu burung H10N3 pada 28 Mei 2021. Hanya saja, NHC tak memberikan rincian tentang bagaimana pria itu terinfeksi virus tersebut. “Risiko penyebaran skala besar sangat rendah,” kata NHC seperti dilansir Straits Times.

NHC menambahkan bahwa pria itu dalam kondisi stabil dan kontak dekatnya tidak melaporkan ada hal aneh. Ini menggambarkan H10N3 sebagai patogen rendah dan kecil kemungkinannya menyebabkan kematian atau penyakit parah.

Pria itu dalam keadaan stabil dan siap keluar dari rumah sakit. Pengamatan medis dari kontak dekatnya tidak menemukan kasus lain. NHC mengatakan sebelumnya tidak ada kasus H10N3 pada manusia yang dilaporkan di dunia. H10N3 adalah jenis virus patogenik rendah, atau relatif lebih ringan pada unggas dan risiko penyebarannya dalam skala besar sangat rendah. Demikian NHC menambahkan.

Strain ini bukan virus yang sangat umum menurut Filip Claes, koordinator laboratorium regional dari Pusat Darurat Penyakit Hewan Lintas Batas Organisasi Pangan dan Pertanian di Kantor Regional untuk Asia dan Pasifik.

Hanya sekitar 160 isolat virus yang dilaporkan dalam 40 tahun hingga 2018, sebagian besar pada burung liar atau unggas air di Asia dan beberapa bagian terbatas Amerika Utara. Dan sejauh ini tidak ada yang terdeteksi pada ayam.

“Analisis data genetik virus akan diperlukan untuk menentukan apakah itu menyerupai virus yang lebih tua atau apakah itu adalah campuran baru dari virus yang berbeda,” kata Claes.

Beberapa jenis flu burung telah ditemukan di antara hewan di Tiongkok, tetapi wabah masal pada manusia jarang terjadi. Epidemi flu burung terakhir pada manusia di Tiongkok terjadi pada akhir 2016 hingga 2017 dengan virus H7N9.

H7N9 telah menginfeksi 1.668 orang dan merenggut 616 nyawa sejak 2013 menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB.Menyusul wabah flu burung baru-baru ini di Afrika dan Eurasia, kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiuongkok pada pekan lalu mendesak pengawasan yang lebih ketat di peternakan unggas, pasar, dan burung liar. (jpg)

Previous articleNovel Sebut Pelantikan ASN KPK Dipaksakan
Next articleLiga 1 Bisa Dihelat dengan Penonton