Debat Capres AS Perdana Kacau

20
Donald Trump dan Joe Biden dalam debat perdana capres AS pada Selasa (29/9) malam waktu AS. (JIM WATSON / AFP)

Debat perdana calon presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Joe Biden diisi saling ejek dan menyinggung urusan pribadi selama kurang lebih 20 menit. Netizen pun menyebut debat capres kali ini sebagai debat terburuk dalam sejarah. Diberitakan CNN, Rabu (30/9), Trump berulang kali menyerang dan menyela, ketika Biden berusaha menjawab pertanyaan dari moderator.

Gaya menyela Trump itu sempat membuat Biden kehilangan poin-poin penting di awal debat. Biden bahkan sempat keki dan membentak Trump untuk tutup mulut. “Donald, bisa diam dulu sebentar, nggak?” bentak Biden, karena omongannya terus disela Trump di menit ke-18. Trump bahkan sempat menyerang moderator debat, Chris Wallace dari Fox News.

Fox News mengamati Trump terus-menerus menyela hampir setiap jawaban Biden mengenai topik Mahkamah Agung dan rencana penanganan masalah kesehatan AS, serta bantahan Biden terhadap tanggapan Trump mengenai hal tersebut.

Interupsi yang terus-menerus dilakukan Trump, membuat ruang debat untuk menggali perbedaan kebijakan antara kedua calon presiden menjadi tidak berjalan dengan lancar.
”Ini debat atau bullying?” celoteh Evan Jenkins, di akun Twitter-nya.

“Biarkan Pak Tua Joe bicara dulu, Pak Pirang,” kicau Amanda Bynes di media sosialnya.
Trump mengabaikan Biden dan terus menyerang Wallace yang sedang mencoba melerai adu mulut tersebut.

”Terus saja ngoceh, Bung. Orang-orang tahu, omonganmu itu bohong,” kata Biden.
”Orang-orang tahu, Joe. Selama 47 tahun, Anda tidak melakukan apa-apa,” Trump membalas.

Debat calon presiden AS kali ini diselenggarakan di Case Western Reserve University and Cleveland Clinic, Cleveland, Ohio, pada Selasa (29/9) pukul 21.00 malam waktu setempat atau Rabu (30/9) pagi pukul 08.00 WIB.

Setidaknya ada enam topik bahasan, mulai dari rekam jejak kedua kandidat, posisi Mahkamah Agung AS, masalah pandemi korona, kesetaraan ras, perbaikan ekonomi, dan integritas pemilu di masyarakat.

Baca Juga:  Singapura Temukan Tes Covid-19, lewat Napas Hasilnya Cukup 1 Menit

Namun dikutip dari CNBC International, setidaknya ada tiga isu penting yang disoroti pemilih, yakni pandemi, kesetaraan ras, dan perbaikan ekonomi. Setiap segmen berlangsung sekitar 15 menit, dan para kandidat memiliki waktu dua menit untuk menjawab setelah moderator Wallace membuka setiap segmen dengan sebuah pertanyaan.
Trump tampak menguasai panggung. Namun, hal itu bukan berarti Trump menang, Biden kalah.

Dalam jajak pendapat secara nasional Biden unggul 7 poin atas Trump menurut FiveThirtyEight. Yakni, 50,3 persen Biden, dan 43 persen Trump. Hasil poling pekan ini takkan berubah signifikan, sebab, sudah lebih dari satu juta warga memberi suara dalam pemilu awal.

Tinggal 3-11 persen swing voters atau undecided voters yang jadi sasaran Trump atau Biden. Cuma karena suara mereka yang tidak signifikan ini, tentu membuat peta pertarungan tak banyak berubah.

“Sulit untuk melihat bagaimana debat pertama mengubah arah pertarungan. Dan Trump membutuhkannya,” terang jurnalis senior CNN, Jeff Zeleny.
Zeleny menilai Trump mendominasi selama debat. “Presiden Trump mengendalikan debat malam ini namun tidak berarti dia menang,” tutur Zeleni.

”Selama sebagian besar jam pertama, Trump mendominasi diskusi, membicarakan saingannya, mengendalikan moderator seringkali tanpa interupsi,” tulis Zeleny di CNN.
Zeleny mengatakan bahwa Trump memenangkan momen saat debat capres ini. Sedangkan Biden tampak lebih lama saat menjelaskan. Dalam siaran debat itu, tampak juga Biden tua dan lemah.

“Jelas bahwa Presiden mencoba untuk memenangkan momen, sementara Joe Biden tampaknya bermain lebih lama. Namun terkadang, dia sepertinya mundur dari panggung. Kepada mereka yang mendengarkan dan tidak menonton dia menghabiskan banyak waktu tanpa berbicara, berniat menggigit lidahnya,” ujarnya. (day/jpg)