Kuba Kirim Tim Medis ke 14 Negara

Dokter dan ahli medis Kuba berpose sebelum dikirim ke sejumlah negara untuk membantu menangani wabah virus Korona (Ismael Francisco/AP)

Puluhan dokter dan perawat berbaris dengan jarak 1 meter di Central Unit of Medical Cooperation, Havana, Kuba, akhir pekan lalu. Semuanya mengenakan masker kain berwarna hijau. Para tenaga medis itu siap berjuang untuk menyelamatkan nyawa pasien yang tertular Covid-19. Tapi, bukan di negaranya, melainkan di Andorra, sebuah negara kecil di Eropa.

Selama ini Kuba memang terkenal dengan sistem kesehatannya yang bagus. Selama pandemi Covid-19 menyelimuti dunia, Kuba telah mengirimkan dokter-dokternya ke berbagai negara. Padahal, virus yang kali pertama muncul di Wuhan, Tiongkok, itu sudah muncul di Kuba.

Saat ini memang banyak negara yang kelimpungan karena kekurangan tenaga medis. Sebagian meninggal karena ikut tertular Covid-19 saat merawat pasien.

Henry Reeve International Medical Brigade, salah satu unit di Kementerian Kesehatan Kuba, telah mengirimkan 593 tenaga medis ke 14 negara. Perinciannya, 179 dokter, 399 perawat, dan 15 pakar di bidang teknologi kesehatan.

Salah satunya ke Lombardy, Italia, pada 21 Maret lalu. Negara lainnya yang menerima pengiriman tenaga medis dari Kuba adalah Venezuela, Nikaragua, Suriname, Jamaika, dan Haiti.

Menteri Kesehatan Kuba Jose Angel Portal Miranda mengungkapkan bahwa negaranya sudah berkali-kali mengirim bantuan tenaga medis. Tapi, tidak pernah ke beberapa negara dalam waktu hampir bersamaan seperti saat ini. “Situasi seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya,” cuit Miranda seperti dikutip Al Jazeera.

Henry Reeve International Medical Brigade dibentuk mendiang Fidel Castro pada 2005. Tugas utama mereka adalah memberikan bantuan secepatnya jika ada bencana alam maupun wabah. Sejak dibentuk hingga 2017, unit tersebut telah membantu 3,5 juta orang di 21 negara yang tertimpa bencana banjir, gempa bumi, wabah, dan badai. Salah satunya adalah wabah ebola di Afrika Barat pada 2014. (*)