Resmikan Pabrik Pupuk, Kim Jong-un Segar Bugar

Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un meresmikan pabrik pupuk. Kabar ini sekaligus menepis kabar soal dirinya yang meninggal dunia. (Jawapos.com)

Kim Jong-un akhirnya tampil di depan publik. Selama tiga pekan terakhir, pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut) itu seolah menghilang. Berbagai spekulasi bermunculan, tetapi Pyongyang bungkam. Tak ada satu pun klarifikasi. Hingga kantor berita Korut KCNA memberitakan kegiatannya pada Jumat (1/5).

Didampingi orang-orang terdekatnya, Jong-un membuka pabrik pupuk di Sunchon. Kegiatan itu juga dilakukan untuk memperingati Hari Buruh. Jong-un tampak sehat. Dalam video dan foto-foto yang dirilis, dia tertawa, merokok, dan sibuk memberikan instruksi saat berkeliling pabrik.

Di salah satu foto, pria 36 tahun itu menggunting pita merah dengan didampingi adik perempuan sekaligus orang kepercayaannya, Kim Yo-jong. “Ketika Pabrik Pembuatan Pupuk Fosfat Sunchon ini beroperasi, ia akan merepresentasikan sejarah pembangunan di industri pupuk negara kita,” puji Jong-un seperti dikutip KCNA.

Jong-un kali terakhir terlihat di depan umum pada 11 April. Saat itu dia memimpin pertemuan politbiro Partai Buruh. Setelah itu, KCNA tidak memublikasikan satu pun foto maupun video Jong-un. Mereka hanya merilis aktivitas hariannya. Salah satunya mengirimkan pesan diplomatik ke beberapa pemimpin dunia.

Spekulasi memuncak ketika dia tidak hadir dalam peringatan ulang tahun mendiang kakeknya, Kim Il-sung, pada 15 April. Padahal, itu adalah acara paling penting dalam kalender politik Korut.

Kim Il-sung adalah pendiri negara tersebut. Sejak menjadi pemimpin tertinggi Korut pada 2011, Jong-un tak pernah melewatkan acara itu. Suami Ri Sol-ju tersebut juga tidak hadir dalam uji coba peluncuran rudal jarak pendek. Padahal, biasanya dia mengawasinya langsung. Korsel sempat merilis laporan bahwa Jong-un menjalani operasi kardiovaskuler di Rumah Sakit Hyangsan dekat Pyongyang pada 12 April. Dia memulihkan diri di vila dekat Gunung Myohyang.

Daily NK bahkan mengklaim bahwa kesehatan Jong-un memburuk sejak Agustus tahun lalu. Dia disebut perokok berat, obesitas, dan memiliki terlalu banyak pekerjaan.
Kondisinya kian parah karena beberapa kali berkunjung ke Gunung Paektu. Beberapa media AS dan Inggris bahkan menulis bahwa kondisi Jong-un kritis setelah menjalani operasi jantung.

Spekulasi tentang siapa yang menggantikan kedudukannya terus bermunculan. Termasuk di antaranya sang adik, Kim Yo-jong. Namun, karena dia perempuan, peluangnya kecil.
Sang paman, Kim Pyong-il, juga digadang-gadang sebagai penerus. Dia memiliki darah keluarga Kim. Pyong-il adalah putra Kim Il-sung dengan istri kedua sekaligus sekretarisnya, Kim Song-ae.

KCNA tidak mengungkapkan sedikit pun ke mana Jong-un menghilang selama ini. Direktur Senior Center for the National Interest untuk Masalah Korea Harry Kazianis mengungkapkan bahwa penularan virus Covid-19 menjadi biang keladinya.
“Dia sangat mungkin mengambil langkah untuk memastikan kondisi kesehatannya atau bahkan mungkin terdampak secara personal oleh virus tersebut,” ujarnya.

Korut sudah menyatakan bahwa pandemi Covid-19 adalah ancaman eksistensi negara tersebut. Karena itu, mereka berupaya keras agar virus mematikan tersebut tidak masuk. Hingga kemarin, negara paling tertutup di dunia itu mengklaim tidak ada satu pun kasus penularan virus SARS-CoV-2 di negara tersebut.

Jong-un bukan kali ini saja pernah menghilang. Pada September 2014, dia tidak muncul di depan publik selama 40 hari setelah menghadiri konser. Jong-un muncul lagi pertengahan Oktober dengan memakai tongkat. Intelijen Korsel memaparkan bahwa Jong-un mungkin menjalani operasi pengangkatan kista di pergelangan kaki kirinya. (sha/c19/ayi/jpg)