Sembuh Sudah Satu Juta Lebih, Sejumlah Negara Longgarkan Pembatasan

Pengunjung bermasker saat berkunjung ke bekas istana kaisar di Beijing, Tiongkok, Jumat (1/5). (Dok: MARK SCHIEFELBEIN/AP)

Berdasarkan data yang dirilis Johns Hopkins University, secara global sudah ada lebih dari satu juta pasien Covid-19 yang sembuh. Kabar baik itu datang bersamaan dengan kian bertambahnya negara dan kota-kota yang melonggarkan kebijakan karantina wilayah. Di antaranya adalah Malaysia dan Australia.

“Sebagian besar sektor ekonomi dan aktivitas bisnis akan diizinkan untuk beroperasi mulai 4 Mei,” ujar Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin dalam pidatonya saat Hari Buruh kemarin.

Keputusan tersebut diambil karena angka penularan di negeri jiran itu terus turun. PM ke-8 Malaysia tersebut menegaskan bahwa keputusan itu diambil berdasar data di lapangan, nasihat dari Kementerian Kesehatan, protokol WHO, dan berbagai pertimbangan lainnya. Meski dibuka, bukan berarti semua bisa benar-benar normal. Ada prosedur operasional standar kesehatan ketat yang harus dipatuhi.

Beberapa industri dan aktivitas bisnis tetap ditutup karena bakal sulit menerapkan aturan jaga jarak. Misalnya, bioskop, tempat karaoke, pusat pijat refleksi, kelab malam, bazar Ramadan, bazar Idul Fitri, konferensi, dan pameran. Shalat di masjid dan mudik Lebaran tetap tidak diperbolehkan.

Restoran yang besar dan memungkinkan untuk jaga jarak boleh buka. Pun demikian dengan olahraga yang tidak melibatkan orang banyak dan kontak fisik. Misalnya bersepeda, lari, badminton, dan golf.

Muhyiddin menjelaskan, pihaknya sudah bersiap seandainya ada kenaikan kasus lagi. Kemampuan Kementerian Kesehatan dalam menangani pasien Covid-19 sudah ditingkatkan.

Termasuk juga fasilitas seperti tempat tidur, pusat karantina, pengobatan, ventilator, APD, dan berbagai hal lainnya. Malaysia siap menghadapi kemungkinan apa pun. “Jangan ceroboh, tetap waspada,” tegasnya.

Setali tiga uang, Australia juga terus mengalami penurunan kasus. PM Australia Scott Morisson mengungkapkan bahwa Kabinet Nasional tengah meninjau ulang kebijakan karantina di negaranya.

Seharusnya pelonggaran aturan akan dilakukan 11 Mei. Tapi, karena tren penurunan penularan, ada kemungkinan akan dimajukan pada 8 Mei. Beberapa negara bagian bahkan sudah memberikan kelonggaran sejak beberapa hari lalu. (sha/c17/dos/jpg)