Khawatir Ekonomi Jeblok, PM India Ogah Lockdown

9
Warga India menangisi keluarganya yang tak mampu diselamatkan karena terpapar korona. (net)

Meskipun kasus baru Covid-19 di negerinya telah menembus angka 400 ribu, Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi enggan memberlakukan lockdown total. Dia pede pandemi masih bisa dikendalikan dengan cara lain selain opsi tersebut.

Pakar penyakit menular Amerika Serikat yang juga anggota satuan tugas Covid-19 Gedung Putih, Anthony Fauci mengakui, tidak ada negara yang suka memberlakukan lockdown. Namun untuk kasus di India, menurutnya, lockdown seharusnya diterapkan untuk mengurangi dampak pandemi.

“Anda tidak perlu menutup selama 6 bulan. Anda bisa menutup sementara saja untuk menghen­tikan siklus transmisi,” ujarnya dalam wawancara dikutip Channel News Asia, kemarin. Selain itu, lanjut Fauci, yang tak kalah penting, warga mudah mendapatkan oksigen, perleng­kapan medis, obat, alat pelindung diri (APD).

India melaporkan rekor global penambahan kasus infeksi selama 10 hari terakhir dengan jumlah menembus 400.000 orang per hari. Negeri Bollywood itu juga mencatat penambahan 7 juta kasus infeksi selama April saja. Kondisi ini membebani sistem perawatan kesehatan. Rumah sakit kehabisan tempat tidur serta pasien kekurangan oksigen.

PM Modi menyebut lockdown merupakan opsi terakhir untuk mengendalikan tsunami Covid-19. Ia menyakini pandemi masih bisa ditangani dengan cara konvensional. Yakni, penyediaan oksigen, obat-obatan, serta ruang perawatan tambahan.

”Situasi masih terkendali beberapa pekan lalu. Sekarang gelombang kedua pandemi Covid-19 menyerang seperti badai. Pemerintah pusat dan negara bagian, termasuk swasta, berjuang untuk meningkatkan persediaan dan distribusi oksigen medis,” ujar Modi.

Baca Juga:  Mo Salah Minta Pemimpin Dunia Hentikan Pembunuhan di Gaza

Modi meminta, warga untuk tetap bertahan di rumah. Selain itu, tidak panik ataupun menyebarkan kepanikan lewat berita-berita yang tidak benar. “Kita harus menyelamatkan negeri ini dari lockdown. Saya membujuk negara bagian untuk menggunakan lockdown pada saat-saat terakhir saja dan fokus­kan perhatian pada pengendalian di tingkat mikro,” ujar Modi.

Sejauh ini, India memberlakukan lockdown hanya di negara bagian yang paling terdampak. Seperti Maharashtra dan Delhi. Lockdown di Delhi diperpan­jang selama sepekan lagi terhi­tung sejak Sabtu, seperti dikutip Al Jazeera, Sabtu (1/4).

Untuk diketahui, tahun lalu, India pernah menerapkan lockdown. Kebijakan ini berdampak buruk terhadap ekonomi negeri ini. Saat ini kondisi di India dalam sangat kritis. Berdasarkan keterangan pemerintah setempat, rumah sakit di Delhi hanya memi­liki cadangan oksigen yang cukup untuk 8-24 jam pemakaian.

Jika rumah sakit di Delhi, baik swasta maupun negeri, tak kunjung mendapat suplai oksigen, mereka khawatir situasinya akan kian buruk. Sebelumnya, Modi beberapa kali menjadi sasaran kritikan masyarakat karena caranya menangani pandemi. Yakni, ia membolehkan kampanye pemilu dengan melibatkan puluhan ribu warga serta memperbolehkan warga Hindu untuk merayakan festival. (day/jpg)

Previous articleCJH Diminta Siap Hadapi Keputusan Terburuk
Next articleDobel-Dobel Terbaik untuk Conte