Tolak Kemenangan Biden, 11 Senator Tuntut Audit Hasil Pemilu

27
Presiden terpilih Joe Biden. (Foto: Getty Images)

Sebanyak 11 Senator Republik menentang kemenangan Presiden terpilih Joe Biden. Langkah itu diambil menjelang penghitungan hasil Electoral College di Kongres pada 6 Januari mendatang.

Dalam sebuah pernyataan, Senator AS Ted Cruz bersama 10 senator lainnya, menyampaikan akan memberikan suara untuk menolak hasil dari negara bagian yang telah menjadi pusat pernyataan kecurangan pemilu. Mereka menuntut Kongres segera menunjuk komisi untuk melakukan audit darurat selama 10 hari atas hasil pemilu di negara bagian tersebut. Meskipun, mereka tidak menjelaskan negara bagian mana.

”Setelah selesai, masing-masing negara bagian akan mengevaluasi temuan komisi dan dapat mengadakan sesi legislatif khusus untuk mengesahkan perubahan dalam suara mereka, jika diperlukan,” kata Cruz.

Upaya Cruz ini bertentangan dengan para pemimpin Senat dari Republik, yang berpendapat bahwa peran Senat dalam mengesahkan pemilu sebagian besar bersifat seremonial. Dan, berusaha menghindari perdebatan berkepanjangan.

Michael Gwin, juru bicara kampanye Biden, menyebut usaha para senator itu tidak akan mengubah posisi Biden. ”Aksi ini tidak akan mengubah fakta bahwa Presiden terpilih Biden akan dilantik pada 20 Januari. Klaim itu tak berdasar dan telah ditolak Jaksa Agung pilihan Trump sendiri, puluhan pengadilan, dan pejabat pemilu dari kedua partai,” katanya.

Pengamat hukum dari University of Iowa, Derek Muller, juga memiliki pandangan sama. “Dorongan untuk audit adalah aksi politik yang tidak akan mempengaruhi hasil pemilu,” imbuhnya.

Biden mengalahkan Trump dengan selisih 306-232 di Electoral College. Untuk menghambat Biden, Trump mendorong Partai Republik melakukan perlawanan. Antara lain, melalui gugatan ke pengadilan. Namun, sayang aksinya kandas. (day/jpg)