Kematian akibat Covid-19 Capai 32.313 di Inggris, Tertinggi di Eropa

Seorang anggota militer di lokasi pengujian Covid-19 drive-thru di Chessington, London. (Foto: Reuters)

Orang yang meninggal di Inggris karena virus korona (Covid-19) lebih banyak dibandingkan negara Eropa lainnya, termasuk Italia.

Seperti dilansir Aljazeera, Kantor Statistik Nasional atau Office for National Statistics (ONS) berbasis di UK mengungkapkan, Selasa (5/5/2020), dalam seminggu terakhir lebih dari 7.000 kematian di Inggris dan Wales. Sehingga total kematian di Inggris menjadi 32.313.

Angka tersebut adalah hasil dari salah satu dari beberapa metode untuk menghitung kematian dan sulit untuk dibandingkan dengan negara-negara lain. Namun, memberikan gambaran paling jelas bahwa Inggris dapat muncul sebagai negara yang paling terpukul di Eropa, meskipun dihantam pandemi lebih lambat daripada negara lain.

Sementara data harian pemerintah Inggris baru-baru ini hanya mencakup angka kematian akibat Covid-19 di rumah sakit.

Sedangkan data ONS lebih luas, terdiri dari kematian di mana tes positif Covid-19 dikonfirmasi, seperti rumah perawatan. ONS adalah lembaga non-kementerian yang melapor langsung ke Parlemen Inggris.

Italia, negara Eropa yang paling parah terkena dampak Covid-19, telah melaporkan 29.072 kematian.

Partai-partai oposisi telah mempertanyakan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang terlalu lambat mengunci wilayah (lockdown), melakukan pengujian massal dan menyediakan peralatan pelindung yang cukup untuk rumah sakit.

Inggris telah meningkatkan pengujian sampel PCR. Dalam sebulan terakhir, sudah dilakukan tes terhadap sebanyak 945.299 orang.(aljazeera/esg)