Singapura Perketat Semi Lockdown

Singapura masih menjalankan kebijakan semi lockdown atau pemutus sirkuit (circuit breaker) dalam upaya memutus mata rantai penularan virus korona.

Kebijakan itu berlaku hingga 12 Mei 2020. Masih ada sepekan untuk memperketat aturan itu.

Meski begitu, pada 12 Mei nanti Singapura mulai mengizinkan tukang cukur, tukang roti rumahan, dan layanan binatu untuk kembali beroperasi. Beberapa kebijakan juga akan disesuaikan pada pekan depan.

Gugus tugas multi-kementerian Singapura yang menangani wabah masih terus berjuang melawan Covid-19. Apalagi penularan lokal masih banyak terjadi.

”Kami membuat kemajuan yang baik tetapi kami belum mencapai target satu digit pada kasus transmisi lokal, jadi ini bukan saatnya untuk mencabut langkah-langkah ketat yang kami lakukan,” kata Menteri Pembangunan Nasional Lawrence Wong pada Sabtu (2/5) seperti dilansir dari Straits Times, Senin (4/5).

“Kami masih perlu melanjutkan selama satu minggu lagi. Tapi kami akan mulai membuat beberapa penyesuaian,” tambahnya.

Lawrence Wong menekankan situasi tergantung dalam beberapa minggu mendatang. Intinya adalah, ini bukan waktu untuk mengendur dan membiarkan pertahanan turun. “Kami mungkin mengurangi beberapa tindakan tetapi harus tetap sangat disiplin dan waspada,” katanya.

”Kami harus melakukan ini dengan hati-hati dan bertahap. Dan saat melakukan ini, kami membutuhkan semua orang untuk bekerja sama, sehingga dapat membuka ekonomi dan melanjutkan kegiatan normal dengan aman tanpa menyebabkan terbentuknya klaster lebih lanjut,” tegasnya.

Akupunktur juga akan diizinkan beroperasi lagi mulai 5 Mei. Kegiatan seperti jogging dan berolahraga, yang sebelumnya dilarang d kondominium pribadi, akan diizinkan untuk dilanjutkan, meski fasilitas umum seperti kolam renang dan pusat kebugaran harus tetap ditutup.

Kemudian mulai 12 Mei nanti, bisnis jasa seperti tukang cukur, bisnis rumahan, dan layanan binatu akan diizinkan untuk melanjutkan operasi. Namun, mereka masih harus mematuhi tindakan pencegahan. Misalnya, penata rambut hanya dapat menawarkan potongan rambut.

Sekolah-sekolah juga akan mulai membawa kembali siswa dalam kelompok-kelompok kecil untuk pelajaran tatap muka mulai 19 Mei, dengan fokus pada kelulusan dan ujian nasional. Prioritas akan diberikan kepada mereka yang membutuhkan fasilitas sekolah.

Rata-rata jumlah kasus baru dalam masyarakat setiap hari di Singapura telah turun lebih dari setengah menjadi 12 dalam seminggu terakhir menurut Departemen Kesehatan.

Singapura memulai periode pemutus sirkuit sejak 7 April hingga 4 Mei. Mulai saat itu semua layanan tutup kecuali layanan penting dan sektor ekonomi utama seperti pasar dan supermarket. Dan semua orang di Singapura mulai bekerja dari rumah.

Sementara gerai makanan dan minuman diizinkan untuk tetap buka asalkan tidak makan di tempat. Pertemuan sosial dengan jumlah besar dilarang. Lawrence Wong mengatakan bahwa tinjauan komprehensif akan dilakukan.

”Kami masih dalam situasi sengit dalam pertempuran dengan wabah, tetapi tentu saja ketika semua ini berakhir, kami akan memiliki kesempatan untuk melihat ke belakang dan belajar dari pengalaman. Inilah yang kami lakukan setiap kali setelah krisis,” paparnya. (jpg)