Penembakan Brutal di Austria, 3 Orang Tewas, 15 Luka-luka

72
Polisi berjaga-jaga usai terjadinya tragedi penembakan di Austria. (AFP)

Tiga orang dilaporkan tewas dalam aksi penembakan brutal di pusat perbelanjaan dan restoran di Kota Vienna, Austria, dekat Sinagog Staddtempel, Seitenstettengasse, Senin (2/10) pukul 8 malam waktu setempat. Menjelang diberlakukannya lockdown nasional di negara tersebut.

Dua korban tewas adalah warga sipil, dan satu orang lagi adalah pelaku penembakan. Pelaku yang tewas itu, diyakini tertembak di dekat Gereja St.Rupert. Ada dugaan, pelaku memakai bom gesper. Namun, polisi belum mengkonfirmasi soal ini.

Sementara 15 orang lainnya, mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit. Satu polisi turut menjadi korban luka. ”Tujuh korban luka berada dalam kondisi parah,” ujar Wali Kota Vienna Michael Ludwig, seperti dilansir CNN, Selasa (3/11).

Terkait hal ini, Menteri Dalam Negeri Austria Karl Nehammer mengingatkan warga Vienna untuk berdiam di lokasi. ”Jangan keluyuran di jalan. Situasi Kota Vienna masih sangat mencekam,” katanya.

Sementara Kanselir Austria, Sebastian Kurz yang menerjunkan militer untuk mengamankan wilayah Vienna mengatakan, serangan ini cukup terencana. Laporan awal menyebut, serangan itu sebetulnya ingin menyasar Sinagog Staddtempel. Namun, Presiden Komunitas Yahudi Vienna, Oskar Deustch menilai, alasan itu sama sekali tak berdasar.

Baca Juga:  Di Pertemuan ASEAN-AS, Jokowi Sebut Perang Perburuk Kondisi Ekonomi Global

Terlebih, saat aksi brutal itu terjadi, sinagog yang terletak di Seitenstettengasse itu sedang tutup. Tak ingin membikin resah warganya, Kepolisian Kota Vienna melarang publik untuk tidak menyebarkan foto dan video serangan teroris tersebut, melalui media sosial. Warga juga diimbau untuk menjauhi pusat Kota Vienna.

Selasa (3/11), pemerintah Austria menerapkan kembali lockdown kedua, untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Saat ini, Austria mencatat 114.016 kasus positif Covid, dengan 1.159 angka kematian. Dengan kasus aktif berjumlah 41.166 orang. Rinciannya, 40.830 orang (99 persen) adalah pasien dengan kondisi ringan, dan 336 orang (1 persen) adalah pasien dalam kondisi kritis. (hes/jpg)