Polisi Israel Tangkap Gubernur Palestina di Yerusalem

Ghaith yang telah ditangkap Israel sebanyak enam kali tahun lalu dan tujuh kali dalam waktu kurang dari 18 bulan. (foto: dok. reuters)

Kepolisian Israel menangkap Gubernur Palestina di Yerusalem, Adnan Ghaith dengan tuduhan melakukan kegiatan ilegal dan menahannya sekali lagi.

Pejabat Otoritas Palestina (PA) tersebut telah ditangkap oleh Israel sebanyak enam kali tahun lalu, dan tujuh kali dalam waktu kurang dari 18 bulan.

“Adnan Ghaith ditahan pagi ini karena aktivitas Palestina di Yerusalem, yang ilegal,” kata juru bicara kepolisian Micky Rosenfeld kepada kantor berita AFP seperti dikutip Aljazeera, Minggu (5/4).

Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan Ghaith mengenakan sarung tangan karet dan merokok, dikawal keluar dari rumahnya di Yerusalem Timur yang dikawal oleh polisi.

Pengacaranya, Rami Othman, mengatakan Ghaith dibawa dan ditangkap karena aktivitas Palestina terkait penanganan wabah virus korona (Covid-19).

Israel menduduki Yerusalem Timur dalam Perang Enam Hari 1967 dan kemudian mencaploknya. Tindakan yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Israel melarang semua kegiatan PA di kota itu. PA memiliki menteri untuk urusan Yerusalem dan gubernur Yerusalem yang terletak di al-Ram.

Sebelumnya pada Jumat lalu, polisi Israel juga menangkap Menteri Palestina untuk urusan Yerusalem Fadi al-Hidmi karena diduga melanggar larangan Israel pada kegiatan politik Palestina di Yerusalem Timur. Fadi ditangkap di rumahnya di lingkungan Suwana dekat Bukit Zaitun.(aljazeera/esg)