Sertifikat Vaksin jadi Syarat Perjalanan

77
ilustrasi sertifikat vaksin. (net)

Pemerintah Malaysia dan Tiongkok mencapai kata sepakat. Malaysia akan mengakui sertifikat vaksinasi yang dikeluarkan Tiongkok, pun demikian sebaliknya. Kesepakatan itu diharapkan bisa membantu mempermudah akses antardua negara dalam waktu dekat.

Komite bersama yang diketuai menteri luar negeri kedua negara juga bakal dibentuk. ”Komite ini akan membahas kerja sama pasca-Covid-19, mengawasi hal-hal seperti perdagangan, investasi, proyek Belt and Road, dan kesiapsiagaan pandemi,” terang Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein, Jumat (2/4), seperti dikutip Bloomberg.

Malaysia memang bersiap untuk menyambut kenormalan baru. Sebelumnya, Menteri Sains, Teknologi, dan Inovasi Khairy Jamaluddin menyatakan, saat ini Kementerian Kesehatan Malaysia tengah mempertimbangkan untuk melonggarkan persyaratan karantina bagi orang asing. Terutama, bagi yang sudah divaksin dosis penuh. Saat ini turis asing yang masuk ke Malaysia wajib karantina selama 10 hari.

Penduduk juga mendesak agar pemerintah membuat paspor vaksin bagi mereka yang sudah diimunisasi Covid-19. Beberapa negara sudah membuat paspor vaksin. Korea Selatan (Korsel) mengumumkan akan mengeluarkan paspor vaksin untuk warga yang sudah diimunisasi Covid-19. Tujuannya, menghidupkan kembali perjalanan lintas negara sembari menjaga risiko infeksi tetap terkendali.

Malaysia juga tengah menggencarkan kampanye vaksinasinya. Selama Ramadhan, proses vaksinasi dilakukan malam hari setelah buka puasa. Vaksinasi gelombang kedua untuk lansia dan kelompok risiko tinggi akan dilakukan 17 April nanti.

Perdana Menteri (PM) Muhyiddin Yassin mengungkapkan, pihaknya tengah mempertimbangkan untuk membiarkan penduduk yang sudah divaksinasi penuh melakukan perjalanan lintas distrik dan negara bagian.

Baca Juga:  Mo Salah Minta Pemimpin Dunia Hentikan Pembunuhan di Gaza

Saat ini Malaysia menerapkan kebijakan pengetatan perjalanan di 13 negara bagian, kecuali untuk urusan kerja. Saat ini 215.395 penduduk Malaysia sudah menerima dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech.

Itu setara 0,7 persen dari total 32 juta populasi penduduk. Sebanyak 621.417 penduduk baru menerima satu dosis. Malaysia telah mengamankan pembelian vaksin yang cukup untuk seluruh penduduknya. Bulan ini kiriman vaksin CanSino dari Tiongkok tiba. Vaksin tersebut hanya butuh satu dosis. AstraZeneca tiba Juni nanti.

Terpisah, pemerintah Tiongkok memvaksinasi seluruh penduduk Ruili, Provinsi Yunan, mulai kemarin. Seluruh penduduk yang berjumlah 300 ribu orang dijadwalkan sudah divaksin dalam lima hari ke depan.

Langkah tersebut diambil setelah ada 16 kasus Covid-19 sejak Selasa (30/4). Sebanyak 12 di antaranya adalah penduduk Tiongkok, sedangkan sisanya warga Myanmar. Ruili memang berbatasan dengan Myanmar.

Dari berbagai foto CCTV yang diunggah, tampak penduduk mengantre untuk divaksin. Jalanan kota tersebut tampak lengang karena penduduk diminta untuk isolasi mandiri. Semua bisnis yang dianggap tidak menyediakan kebutuhan penting diminta untuk tutup. Kontrol di wilayah perbatasan juga diperketat agar tidak ada penduduk Myanmar yang menyeberang secara ilegal.

Tiongkok selama ini memang sangat aktif mendeteksi penularan lokal di tiap wilayah. Begitu ada kasus, mereka langsung menanganinya dengan ketat. Biasanya yang divaksin atau diuji Covid-19 hanya area terdampak. Misalnya, satu atau dua blok gedung. (sha/c13/bay/jpg)

Previous articleRp20 T, Kesepakatan Dagang Indonesia-Tiongkok
Next articleGantikan Sistem Kliring, BI Luncurkan Fast Payment System