Ada 120 Kasus Baru Korona, Singapura Ketat Terapkan Semi Lockdown

Singapura memutuskan mulai Selasa (7/4) akan memberlakukan ketat sejumlah batasan-batasan untuk memaksa warganya untuk berada di rumah. Semua bisnis juga akan ditutup kecuali layanan penting. Apalagi pada Minggu (5/4) ada lonjakan 120 kasus baru dalam sehari.

“Penduduk Singapura harus tinggal di rumah dan pergi hanya untuk kegiatan-kegiatan penting seperti membeli makanan,” kata Menteri Pembangunan Nasional Lawrence Wong, seperti dilansir dari Straits Times, Senin (6/4).

Dia menekankan perlunya setiap orang untuk mengambil langkah-langkah sangat serius dan membuat pengorbanan. Dia menambahkan bahwa rutinitas seperti pergi keluar untuk bertemu teman-teman tidak dapat ditoleransi lagi.

Pemerintah Singapura telah mengumumkan pada Jumat (3/4) bahwa sebagian besar tempat kerja akan ditutup dan restoran tidak akan diizinkan beroperasi makan di tempat. Hal itu untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Aturannya sangat jelas. Anda hanya pergi untuk kegiatan penting untuk pekerjaan yang dianggap penting, untuk membeli makanan. Selain itu harus tinggal di rumah,” tegasnya.

Bisnis yang tidak menawarkan layanan penting atau di sektor ekonomi utama harus menerapkan telecommuting atau kerja di rumah sepenuhnya atau menghentikan pekerjaan sama sekali. Dia mencatat bahwa masih ada beberapa kebingungan seputar bisnis mana yang dibiarkan tetap terbuka. Diperkirakan 75 persen pekerja akan bekerja dari rumah atau berhenti bekerja hingga 4 Mei.

Dalam sebuah posting Facebook pada Minggu (5/4), Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan kenaikan dalam kasus positif yang ditransmisikan lokal adalah salah satu alasan untuk tindakan yang lebih ketat. “Dengan orang-orang tak ada di tempat kerja, siswa pada pembelajaran berbasis rumah penuh, dan semua orang mengikuti aturan jarak jauh yang lebih aman, kasus-kasus baru secara bertahap melambat,” tegas Lee.

Hanya saja, agar pemutus sirkuit menjadi efektif, setiap orang harus bekerja sama dan mematuhi batasan. Yakni tetap tinggal di rumah. “Jika memang harus keluar, silakan berlatih menjaga jarak. Dan ingatlah untuk menjaga kebersihan pribadi. Kesehatan kita semua tergantung pada tindakan kita masing-masing,” jelas Lee.

Dari 120 kasus baru yang diumumkan, 116 adalah kasus lokal. Jumlah kasus impor sebanyak empat kasus justru terus turun.

Menteri Kesehatan Singapura Gan Kim Yong dan Direktur Pelayanan Kesehatan Associate Professor Departemen Kesehatan Profesor Kenneth Mak mengatakan Singapura akan terus melakukan pelacakan kontak karena jumlah kasus naik terus. Polisi dan Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) telah diajak untuk membantu tim pelacak kontak.

Prof Mak mengatakan penting untuk terus melakukannya karena pihak berwenang masih percaya bahwa mengisolasi kontak dekat akan membantu mencegah penyebaran Covid-19 di masyarakat.

Singapura juga melakukan penegakan hukum untuk memastikan mereka yang tinggal di rumah mematuhi aturan. Menteri Gan mendesak warga Singapura untuk tinggal di rumah dan menghindari bertemu banyak orang. “Jarak jauh maksimal harus dimulai sekarang,” tegas Menteri Gan. (*)