Dampak Covid-19, Trump: Lebih Buruk dari Tragedi Pearl Harbor dan WTC

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Reuters)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dampak pandemi virus korona (Covid-19) terhadap negaranya, lebih buruk daripada tragedi Pearl Harbor dan serangan 9/11 di World Trade Center (WTC).

“Ini benar-benar serangan terburuk yang pernah kami alami,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Washington DC, Rabu (6/5/2020). “Ini lebih buruk dari Pearl Harbor. Ini lebih buruk daripada World Trade Center,” imbuhnya seperti dilansir Channel News Asia.

Sebagaimana diketahui, pengeboman Pearl Harbor dilakukan Jepang terhadap Armada Pasifik Angkatan Laut Amerika Serikat di Pangkalan AL Pearl Harbor, Hawaii, pada Minggu pagi, 7 Desember 1941. Peristiwa itu menarik Amerika Serikat ke dalam Perang Dunia II.

Sedangkan peristiwa 9/11 merupakan serangan teroris 11 September 2001 di New York dan Washington, yang menewaskan sekitar 3.000 orang. Memicu dua dekade perang AS dan operasi anti-terorisme di Irak, Afghanistan dan negara-negara lain.

Trump juga mengecam Tiongkok. Dia melanjutkan perang kata-kata tentang asal-usul virus mematikan yang muncul di Wuhan tahun lalu.

“Seharusnya tidak pernah terjadi,” katanya. “Bisa saja dihentikan di sumbernya. Bisa saja dihentikan di Tiongkok.”

Sementara itu, Tiongkok pada Rabu (6/5/2020) membalas pernyataan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo atas tudingannya bahwa virus itu berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan.

Tiongkok mengatakan Pompeo tidak memiliki bukti. “Masalah ini harus diserahkan kepada para ilmuwan dan profesional medis, dan bukan politisi yang berbohong demi tujuan politik domestik mereka sendiri,” kata juru bicara kementerian luar negeri Tiongkok.

Para ilmuwan percaya bahwa penyakit ini berasal dari hewan dan melompat ke manusia, kemukinan di pasar basah Wuhan, di mana hewan liar dijual.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) pada hari Rabu melaporkan 1.193.813 kasus virus Covid-19, meningkat 22.303 kasus dari jumlah sebelumnya. Sedangkan jumlah kematian bertambah 2.523 menjadi 70.802.

CDC memperkirakan jumlah korban di AS berada di jalur ke atas 100.000 pada akhir Mei.

Mantan Direktur CDC, Tom Frieden memperingatkan anggota parlemen AS untuk bersiap menghadapi perang “panjang dan sulit” melawan virus, dan mendesak memperluas pengujian untuk mengendalikan pandemi.

“Sampai kita memiliki vaksin yang efektif, kecuali sesuatu yang tidak terduga terjadi, musuh virus kita akan bersama kita selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun,” kata Frieden.

Pandemi telah menewaskan lebih dari 260.000 orang di seluruh dunia dan menginfeksi hampir 3,7 juta, walaupun dengan tes terbatas jumlahnya diyakini jauh lebih tinggi.

Eropa menyumbang bagian terbesar dari kematian dan infeksi, meskipun yang paling parah melanda Inggris, Italia, Spanyol dan Perancis telah mulai mengurangi kasus baru dan kematian.(cna/esg)