Mesir Temukan 59 Peti Mati Berisi Mumi

21
Sebagian dari 59 peti mati temuan tim arkeologi. Diperkirakan mumi telah terpendam di Saqqara lebih dari 2.500 tahun. (KHALED DESOUKI / AFP)

Pemerintah Mesir akhirnya mengungkap kabar gembira di tengah pandemi Covid-19. Sabtu (3/10), mereka mengumumkan penemuan 59 peti mati dari 2.500 tahun lalu. Puluhan mumi itu dalam waktu dekat bisa disaksikan di Grand Egyptian Museum.

Sekjen Dewan Tinggi Barang Antik Mesir Mostafa Waziri memanggil awak media untuk melihat langsung puluhan peti yang ditemukan. Dia sengaja membuka dua peti untuk memperlihatkan mumi di dalamnya. Dia mengatakan bahwa kondisi artefak yang ditemukan dalam keadaan baik. Baik tulisan hieroglif maupun warnanya yang masih jelas terlihat.

”Saya sudah melihat isi peti. Mumi di dalamnya seakan baru diawetkan kemarin,” imbuh Menteri Pariwisata dan Barang Antik Mesir Khaled Al Anani kepada Al Jazeera.

Mumi-mumi yang sudah terangkat itu diprediksi berasal dari periode akhir Mesir kuno. Jenazah yang diperkirakan adalah pendeta, pejabat negara, dan tokoh penting lain itu ditemukan di Saqqara. Saqqara merupakan taman pemakaman bagi tokoh-tokoh yang mati di Memphis, ibu kota Mesir kuno.

Awalnya, tim ekspedisi melaporkan temuan 13 peti mati dari kedalaman 12 meter tiga minggu lalu. Puluhan peti lain kemudian ditemukan semenjak tim arkeolog menggali lebih dalam. Al Anani menambahkan, tak tertutup kemungkinan peti-peti lain bakal ditemukan di sekitar situs itu.

Baca Juga:  Chile Rusuh, Gereja Dibakar

”Kami tak sempat mengumumkan penemuan situs ini sejak Maret karena aturan pencegahan Covid-19. Tapi, kami kembali bekerja keras mulai Agustus dan berhasil mengungkap temuan besar ini,” ungkapnya kepada ABC News.

Selain mumi, pemerintah mesir menemukan beberapa artefak lain. Misalnya, patung Dewa Nefertum setinggi 35 sentimeter berbahan perunggu. Semua temuan itu bakal ditempatkan di Grand Egyptian Museum.

Pembukaan museum yang menjadi proyek ambisius pemerintah Mesir tersebut sudah berkali-kali tertunda. Pemerintah berharap bisa membuka operasional atraksi turis tersebut pada 2021 mendatang. (bil/c13/bay/jpg)