Presiden Macron Tak Akui Kekuasaan Taliban

41
Presiden Prancis Emmanuel Macron.(LUDOVIC MARIN/POO L/AFP)

Sejumlah negara Eropa akan membuka misi diplomatik bersama di Afghanistan. Menurut Presiden Prancis Emmanuel Macron, dengan misi tersebut, para duta besar dari negara-negara Eropa bisa kembali bekerja di Afghanistan.

Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat lainnya telah menutup kedutaan mereka dan menarik para diplomat, seiring dengan penarikan pasukan AS dan sekutu dari Afghanistan.

Taliban kemudian membentuk pemerintahan sementara yang diisi sejumlah petinggi yang terkena sanksi AS dan PBB. Hal itu sangat dikecam Barat.

“Kami tengah merencanakan sebuah organisasi di antara sejumlah negara Eropa. Sebuah tempat bersama bagi beberapa orang Eropa, yang memungkinkan para duta besar kami hadir (di Afghanistan),” kata Macron kepada wartawan di Doha, Qatar, sebelum terbang ke Jeddah, Arab Saudi, akhir pekan lalu.

Kendati begitu, Macron menekankan, keberadaan lembaga itu, bukanlah bentuk pengakuan terhadap pemerintahan Taliban. AS dan negara-negara Eropa enggan mengakui secara formal Pemerintahan Taliban yang didominasi suku Pashtun.

Mereka menuding kelompok itu mengingkari janji membentuk pemerintahan yang inklusif secara politik dan etnis, dan menjunjung hak-hak perempuan serta kaum minoritas.
Evakuasi 300 Orang

Karena belum punya kantor misi di Afghanistan, Jumat (3/12), Perancis menjalankan misi evakuasi 300 orang dari Afghanistan dengan bantuan Qatar. Sebagian besar dari rombongan itu adalah warga Afghanistan.

Baca Juga:  Di Pertemuan ASEAN-AS, Jokowi Sebut Perang Perburuk Kondisi Ekonomi Global

Kementerian Luar Negeri Perancis mengatakan, evakuasi tersebut membawa 258 warga Afghanistan serta 11 warga Prancis dan sekitar 60 warga negara Belanda. Pengungsi, termasuk warga Afghanistan, seperti jurnalis dan orang-orang yang memiliki hubungan dengan Perancis, serta pekerja sipil yang pernah dipekerjakan tentara Perancis.

Sejak 10 September lalu, setidaknya 110 orang Perancis dan 396 warga Afghanistan telah dievakuasi dari Afghanistan dalam 10 penerbangan dengan bantuan Qatar. Kementerian Luar Negeri Perancis mengatakan, Prancis dan Qatar sama-sama menjalankan misi kemanusiaan pada Kamis.

Perancis juga mengirimkan peralatan medis, makanan dan pasokan musim dingin ke organisasi internasional yang beroperasi di negara itu dengan pesawat militer Qatar.

“Saya berterima kasih kepada Qatar atas peran yang telah dimainkannya sejak awal krisis, dan yang memungkinkan organisasi melakukan beberapa evakuasi,” kata Macron sebelum menuju ke Arab Saudi untuk putaran terakhir dari tur dua harinya di Negara Teluk.

Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) minggu ini menggambarkan prospek sosial ekonomi yang “mengkhawatirkan” untuk Afghanistan selama 13 bulan ke depan.

Afghanistan sedang berjuang pasca-berkurangnya bantuan pembangunan internasional setelah Taliban merebut kekuasaan pada Agustus lalu. UNDP telah memproyeksikan bahwa kemiskinan dapat menjadi hampir universal pada pertengahan 2022. (day/jpg)