Lawan Tiongkok, AS Galang Kekuatan

18
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga (kanan) dan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo menyempatkan menyapa sebelum pertemuan yang diselenggarakan di kantor perdana menteri di Tokyo pada 6 Oktober 2020. ( Foto: EUGENE HOSHIKO / POOL / AFP )

Amerika Serikat (AS) menggalang dukungan sekutunya untuk menghadapi Tiongkok. Kemarin, Menteri Luar (Menlu) Negeri AS Mike Pompeo menggelar pertemuan dengan rekan-rekannya dari Asia dan Indo-Pasifik, di Tokyo, Jepang.

Sumber Reuters menyebut, Pompeo mengadakan pertemuan dengan Menlu Australia Marise Payne, Menlu Jepang Toshimitsu Motegi dan Menlu india Subrahmanyam Jaishankar.
Tak hanya menyambangi Jepang, Pompeo, sebenarnya akan ke Mongolia dan Korea Selatan.

Tetapi jadwal itu diurungkan, karena Presiden Donald Trump terjangkit Covid-19. Kedatangan Pompeo ke kawasan Asia dan Indo-Pasifik itu yang pertama kali dilakukannya sejak Juli 2019.

Perjalanan ini tak lepas dari hubungan Washington dan Beijing yang tengah berselisih tentang berbagai hal. Mulai dari penanganan virus korona, penerapan Undang-Undang Keamanan Hong Kong dan Laut Tiongkok Selatan.

Washington berterus terang menyebut pertemuan empat menlu (Quad) itu bertujuan memperkuat solidaritas melawan Tiongkok dan sekutunya. “Kami berharap mendapatkan beberapa pengumuman dan pencapaian yang signifikan,” ujar Pompeo kepada wartawan di Pangkalan Bersama Andrews di AS saat bertolak ke Tokyo.

Dia menolak menerangkan apa yang dibicarakan dengan tiga menteri itu. “Pemilihan waktu ini penting, dan saya senang kami bisa menggabungkan semuanya dan mewujudkannya pekan ini,” sambungnya.

Tiongkok mengecam Quad sebagai upaya untuk menahan perkembangan positif. Negeri Tirai Bambu menganggap pertemuan Quad tidak menghasilkan rencana tindakan tertentu. Namun pertemuan tersebut akan menjadi peringatan bagi Tiongkok bahwa suatu hari akan tumbuh kelompok formal seperti Nato.

Sementara, Juru bicara Kementerian Luar Negeri India Anurag Srivastava mengatakan, para menteri luar negeri kemungkinan akan menekankan dukungan mereka untuk kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka pada pertemuan tersebut.

Baca Juga:  PM Thailand Harus Mundur, Demonstran Beri Waktu Tiga Hari

Para pejabat Jepang menyampaikan hal serupa. Mereka mengaku, membahas dampak pandemi virus korona, inisiatif Free and Open Indo-Pacific/FOIP untuk keamanan dan kerja sama ekonomi yang lebih besar, dan berbagi keprihatinan tentang meningkatnya pengaruh Tiongkok.

Sementara itu, Tiongkok pada Rabu (7/10), meminta AS untuk menghentikan serangan dan tuduhan yang tak beralasan terhadap Tiongkok. Bahkan, Tiongkok menyebut Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, secara jahat telah menciptakan konfrontasi politik dan mencoreng nama besar Tiongkok di dunia internasional.

Tiongkok geram terhadap Pompeo lantaran membuat pengaruh buruk ke dunia internasional. “Pompeo telah berulang kali mengarang kebohongan tentang Tiongkok dan dengan jahat menciptakan konfrontasi politik,” bunyi pernyataan Kedutaan Besar Tiongkok di Jepang seperti dilansir Reuters.

“Kami sekali lagi mendesak AS untuk meninggalkan mentalitas Perang Dingin dan prasangka ideologis. Kami minta AS menghentikan tuduhan dan serangan yang tidak beralasan terhadap Tiongkok, dan memperlakukan hubungan dengan Tiongkok secara konstruktif,” imbuh pernyataan Kedutaan Besar Tiongkok di Jepang.

Kunjungan Pompeo di Asia Timur merupakan yang pertama dalam lebih dari setahun. Dan, bertepatan dengan ketegangan yang memburuk antara AS dan Tiongkok. Seruan Pompeo agar empat negara yakni AS, Jepang, India, dan Australia berkoalisi melawan pengaruh Tiongkok yang semakin meningkat menjadi subjek sensitif bagi sekutu regionalnya yang bergantung pada Tiongkok dalam perdagangan. (day/jpg)