Semi Lockdown di Singapura, Warga Disiplin dan Jalanan Sepi

Singapura sudah memasuki hari kedua untuk memberlakukan kebijakan seperti semi lockdown. Sejak Selasa, 7 April, Singapura mulai menutup semua pusat bisnis, perkantoran, sekolah, dan menyuruh semua orang tetap berada di rumah. Terbukti, masyarakat Singapura yang dikenal disiplin dan tertib, mematuhi aturan itu.

Terlihat pemandangan kursi kosong di MRT. Seperti dilansir dari AsiaOne, Rabu (8/4), Singapura menyebut kebijakan tersebut sebagai model ‘pemutus sirkuit’ penularan virus Korona. Dengan sebagian besar tempat kerja tutup, lalu lintas sepi. Pembelajaran dilakukan dengan berbasis daring di rumah.

Di pusat kota, pasar ikan, pusat jajanan, dan restoran-restoran lainnya tetap buka. Layanan publik yang penting juga masih beroperasi. Langkah-langkah ini bertujuan untuk menahan penyebaran Covid-19 yang telah menginfeksi 1.481 orang di Singapura.

Kevin K, 41, yang bekerja di sebuah bank di Raffles Place, mengatakan bahwa jam sibuk sudah tak terlihat. Lalu lintas sepi dan sejarah yang pernah dilihatnya pada hari kerja. “Anda dapat memejamkan mata dan berjalan-jalan, karena sepinya,” katanya.

Kenny Chua, 38, juga seorang karyawan bank, mengatakan hal yang sama. Bank yang menyediakan layanan penting tetap dibuka. Tapi, juga mengurangi jumlah staf yang bekerja di kantor.

Di pusat jajanan Marine Terrace, vendor memberi tahu pelanggan hanya boleh takeaway atau dibawa pulang. Kios-kios pedagang kaki lima telah menyingkirkan mangkuk dan peralatan mereka, dengan hanya menyediakan wadah takeout.

“Jika pelanggan makan di sini, mereka akan didenda dan demikian pula kita,” kata penjual mie pangsit Yeung Nai Har.

Stasiun MRT Serangoon biasanya sibuk antara jam 8.30 dan 09.00. Dari 12 kereta yang diamati, kursi terlihat kosong, tak ada penumpang.

Sementara itu, Transit Link mengatakan akan mengembalikan nilai kartu konsesi bulanan yang tidak digunakan dari semua pemegang kartu yang dibeli sebelum 4 April.

Pemegang kartu konsesi yang ingin membeli pass baru dapat ke kantor tiket Transit Link untuk menggunakan jumlah yang dikembalikan dan mengimbangi biaya pass. Sebab penumpang Transit Link juga sudah menurun terkait dengan kebijakan pemerintah Singapura. (*)