Wuhan Izinkan 55 Ribu Warganya Keluar Kota

Kota Wuhan, Tiongkok, makin cerah. Status lockdown dicabut setelah tak ada lagi kasus penularan lokal akibat Covid-19. Kota pencetus wabah itu bahkan sudah mengizinkan penduduknya untuk pergi keluar kota pada hari Rabu (8/4) untuk pertama kalinya sejak diisolasi selama 76 hari.

Kendati demikian, banyak pakar yang khawatir akan gelombang infeksi kedua jika kebijakan lockdown dicabut terlalu cepat.
Tiongkok sempat menutup kota berpenduduk 11 juta orang itu pada 23 Januari. Usai larangan keluar dicabut, kereta penumpang akhirnya bisa berangkat terhitung pukul 12.50 waktu setempat dan jalan raya keluar kota sudah dibuka untuk lalu lintas kendaraan.

Topik ‘Wuhan mencabut lockdown’ dengan cepat menjadi topik trending top di platform Weibo, dengan komentar netizen seperti ‘selamat datang kembali Wuhan’. Berdasarkan penjualan tiket, 55 ribu orang akan meninggalkan Wuhan dengan kereta pada hari Rabu (8/4), menurut laporan stasiun penyiaran CCTV.

Untuk diketahui, lebih dari 50 ribu orang telah tertular virus itu di Wuhan dan jumlah kematian di kota itu telah mencapai 2.571 kasus, sekitar 80 persen dari total kematian di Tiongkok.

Sebelumnya, warga Wuhan secara paksa terkurung di rumah mereka dan pusat transportasi dan industri menyerupai kota hantu dengan jalan-jalan sepi kecuali untuk patroli polisi dan kendaraan darurat.

Tiongkok melaporkan tidak ada kematian akibat virus Korona pada hari Selasa (7/4) untuk pertama kalinya sejak pandemi dimulai. Pihak berwenang tetap berupaya mencegah gelombang kedua infeksi. Sebab masih adanya kasus impor dan orang-orang yang tidak menunjukkan gejala seperti dilansir dari AsiaOne, Rabu (8/4).

“Penduduk Wuhan masih didesak untuk tidak meninggalkan lingkungan mereka, kota dan bahkan provinsi kecuali jika perlu,” kata juru bicara pejabat kesehatan pada hari Selasa (7/4).

Penghalang tinggi terus mengelilingi kompleks perumahan dan penduduk hanya dapat pergi jika mereka memiliki kode kesehatan hijau atau dokumen yang menunjukkan alasan yang sah.

Satu orang meninggalkan kota pada hari Rabu, Liu Xiaomin, mengatakan dia dan suaminya telah melakukan perjalanan ke Wuhan untuk menghabiskan liburan Tahun Baru Imlek dengan putrinya dan terperangkap lockdown.

Seorang pekerja migran yang biasanya berbasis di Guangdong juga mengungkapkan kebahagiaannya setelah diperbolehkan pulang ke rumahnya di kota Xiangyang. “Saya sangat senang, saya akan pulang hari ini,” katanya kepada Reuters di dalam stasiun kereta api Hankou Wuhan saat ia berdiri dengan koper-kopernya. (*)