11 Orang Tewas di India, Lantaran Hirup Gas Beracun

Sejumlah warga India mengalami sakit akibat menghirup gas beracun. Bahkan, sedikitnya 11 orang meninggal. (IST)

Sedikitnya 11 orang tewas di India dalam insiden kebocoran gas di pabrik milik Korea Selatan yang memproduksi polystyrene. Kebocoran itu juga membuat ratusan orang dilarikan ke rumah sakit dan menyebabkan penduduk satu desa harus dievakuasi.

Peristiwa itu terjadi sekitar 14 km dari kota pantai timur Visakhapatnam, di negara bagian Andhra Pradesh. Pabrik itu adalah sebuah unit produsen petrokimia terbesar Korea Selatan, LG Chem Ltd.

Komisaris Perusahaan Munisipal Visakhapatnam Besar Srijana Gummalla mengatakan, gas dari styrene, bahan baku utama di pabrik bocor pada dini hari ketika penduduk desa sedang tertidur.

Warga bernama Yashwanth Saikumar Ambati, 23, yang tinggal sekitar 300 meter dari pabrik, mengatakan dirinya bangun sekitar jam 4.30 pagi karena mencium bau yang menyengat.

”Saya kembali tidur dan saya bangun sekitar pukul enam karena baunya semakin kuat. Mata saya gatal, dan saya merasa mengantuk, pusing dan sedikit terengah-engah,” katanya seperti dilansir dari AsiaOne, Jumat (8/5).

Tetangganya juga mengeluhkan iritasi pada mata dan sakit perut. Dalam pernyataan yang dikeluarkan dari Seoul, LG Chem mengatakan gas menyebabkan mual dan pusing ketika dihirup. Dia menambahkan bahwa pihaknya berusaha memastikan korban menerima perawatan dengan cepat. ”Kami bergegas untuk membantu para korban,” kata pihak perusahaan.

Pengambilan video kemarin menunjukkan pekerja dalam kondisi darurat di daerah itu bergegas untuk membantu para korban. Beberapa orang di antaranya tampak lesu dan bingung.

Sejumlah korban terbaring tak sadarkan diri di jalan ketika sukarelawan mengipasi mereka dan yang lainnya membawa mereka ke ambulans. Seorang juru bicara LG Chem di Seoul mengatakan kebocoran itu kini telah dikendalikan.

Pabrik itu dibuka kembali setelah India melonggarkan lockdown pada 25 Maret untuk menahan penyebaran virus korona. Namum ternyata ada kendala teknis pada pabrik yang mengakibatkan korban berjatuhan. (jpg)