Salip Brazil, 4,2 Juta Warga India Terinfeksi Korona

ilustrasi. (net)

Kasus positif Covid-19 di India meningkat signifikan. Negara Bollywood itu kini berada di posisi kedua, menyalip Brazil, dalam jumlah kasus positif Covid-19 di dunia. Sedangkan, Amerika Serikat (AS) masih nangkring di peringkat pertama.

Dikutip dari Channel News Asia, dari data Kementerian Kesehatan India, saat ini, negara di Asia Selatan itu mencatat total 4,2 juta kasus infeksi virus tersebut. Jumlah itu melampaui Brazil yang mencatatkan 4,12 juta kasus positif. Sedangkan AS masih me nempatkan urutan pertama dengan jumlah pasien positif sebanyak 6,25 juta orang.

Di saat yang sama, India mencatat 71.642 kematian. Sementara Brazil sebanyak 126.203. Dan AS 188.540. Menurut sejumlah ahli, angka kematian di Negeri Hindustan sebenarnya jauh lebih tinggi. Karena terbatasnya jumlah tes yang dilakukan. Dan catatan kematian yang diperkirakan kurang tepat.Sejak Agustus lalu, negeri berpenduduk 1,3 miliar itu mencatat penambahan kasus harian yang cukup tinggi. Bahkan salah satu yang tertinggi di dunia.

Minggu (6/9), disebutkan ada penambahan jumlah kasus mencapai 90 ribu. Penambahan kasus dari tiga juta ke empat juta hanya dalam kurun waktu 13 hari.Shahid Jameel, ahli virologi yang mengepalai Wellcome Trust/DBT India Alliance, mengatakan, faktor kunci yang harus diperhatikan adalah tingkat pe nambahan infeksi.

Menurutnya, saat ini tingkat penambahannya sudah mengkhawatirkan. Selama dua pekan terakhir, ratarata kasus harian bertambah dari 65 ribu menjadi 83 ribu. “Itu berarti meningkat sebanyak 27 persen selama dua pekan atau sekitar dua persen per hari,” papar Jameel.

Baca Juga:  Sudah 1.773 Pasien Positif Covid-19 Sembuh

Saat ini, India rata-rata telah melakukan pengujian terhadap lebih dari 10 juta orang per hari. Mereka berencana untuk meningkatkannya lebih banyak lagi. Dewan Riset Medis India, badan ilmiah yang memimpin tanggap darurat Pemerintah India, pekan lalu merevisi kriteria pengujian. Siapa pun memungkinkan menjalani tes tanpa surat dokter.

Jameel menilai, dengan kebijakan tersebut akan lebih banyak orang tanpa gejala (OTG) yang terungkap. Hal tersebut, menurutnya, sumber utama penyebaran Covid-19 di negara itu. Dia mendorong agar lebih banyak pengujian sejumlah distrik dan pedesaan. “Karena lebih dari dua pertiga kasus berasal dari sana,” katanya.

Meskipun angka pasien positif meningkat, negara yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Narendra Modi telah membuka kembali ekonominya. Sejak pandemi, ekonomi India mengalami kontraksi 23,9 persen.Kemarin, alat transportasi kereta metro di kotakota besar, termasuk ibu kota New Delhi, dan pusat keuangan Mumbai, telah dibuka kembali setelah jeda hampir enam bulan.

Untuk diketahui, New Delhi, kota berpenduduk 20 juta orang, mencatat 3.256 infeksi baru pada hari akhir pekan. Itu merupakan jumlah tertinggi dalam 73 hari. Itu juga pertama kalinya kasus melewati angka 3.000. (pyb/jpg)