Ikuti Saran Pakar Kesehatan, Malaysia Kembali Memperpanjang Lockdown

Menteri Muhyiddin Yassin mengumumkan perpanjangan lockdown, Jumat (10-4). (foto: ist)

Malaysia telah memutuskan kembali memperpanjang lockdown atau di negara itu disebut Perintah Kawalan Pergerakan selama 14 hari hingga 28 April.

Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengatakan keputusan itu berdasarkan saran Departemen Kesehatan dan pakar kesehatan untuk memberikan ruang bagi para tenaga medis untuk memerangi dan melakukan pencegahan penyebaran Covid-19.

Sejalan dengan pandangan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) yang meminta negara tidak mengakhiri pembatasan pergerakan masyarakat sebelum waktunya. Seperti terjadi di beberapa negara, pandemi kembali menyebar ketika pembatasan pergerakan berakhir.

“Kita harus siap menghadapi situasi ini selama beberapa bulan. Itu mungkin berlanjut sampai kita benar-benar yakin telah mengatasi penyebaran pandemi ini 100 persen,” katanya.

Perdana menteri mencatat bahwa lockdown telah membantu mengurangi penyebaran pandemi. Kasus positif juga telah dikendalikan hingga 7 persen, di bawah 10 persen yang ditetapkan WHO. Tingkat kematian juga berada di angka 1,6 persen, lebih rendah dari rata-rata WHO 5,8 persen.

“Jumlah kasus positif (harian) juga telah menurun. Jika tren ini berlanjut selama dua minggu ke depan, maka kita dapat mencegah penyebaran Covid-19. Tetapi kita tidak bisa menganggap enteng situasi ini,” kata Muhyiddin seperti dikutip Channel News Asia.

Penetapan lockdown pertama untuk memutus rantai infeksi Covid-19 dijadwalkan berakhir 31 Maret, tapi kemudian diperpanjang kembali hingga 14 April.

Saat lockdown, sekolah dan usaha yang dinilai tidak penting ditutup. Masyarakat diminta tinggal di rumah untuk meminimalisir terjadinya kontak penyebaran virus.

Dalam pidatonya, Muhyiddin mengatakan beberapa sektor prioritas akan dibuka kembali secara bertahap, dengan pedoman kesehatan dan kontrol gerakan yang ketat.(CNA/esg)