Peneliti Temukan Kombinasi 3 Obat, untuk Sembuhkan Pasien Covid-19

Peneliti Hongkong menyebut adanya kombinasi obat yang efektif yang bisa diberikan pada pasien Covid-19 untuk mempercepat penyembuhan. (IST)

Peneliti dunia terus mencari obat yang tepat untuk mengobati pasien Covid-19. Kali ini peneliti Hongkong menyebut adanya kombinasi obat yang efektif untuk pasien Covid-19. Sedikitnya ada 3 obat yang diyakini bisa efektif mempercepat penyembuhan.

Dikatakan, kombinasi tiga obat menekan SARS-Cov-2 dalam waktu tujuh hari ketika digunakan pada pasien di Hongkong. Hampir dua kali lebih cepat dari obat tunggal yang dipandang sebagai harapan utama dalam perang melawan pandemi.

Temuan penelitian ini, dipimpin oleh kong dan diterbitkan di The Lancet pada hari Sabtu (9/5/2020). Semoga dapat memberi sinyal kemajuan dalam pencarian bentuk terapi standar untuk Sars-CoV-2, virus yang menyebabkan penyakit Covid-19.

Adapun 3 obat antivirus itu adalah interferon beta-1b, lopinavir-ritonavir, dan ribavirin. Ketiganya bersama-sama diminum pasien dan diyakini aman dan lebih efektif dalam mengurangi durasi pelepasan virus.

Obat ini efektif untuk pasien dengan gejala ringan hingga sedang, sambil mempercepat pemulihan mereka. Antivirus itu dikatakan lebih efektif jika dibandingkan dengan hanya menggunakan lopinavir-ritonavir, yakni obat HIV.

“Percobaan kami menunjukkan bahwa pengobatan dini Covid-19 gejala ringan dan sedang dengan tiga kombinasi dengan obat antivirus dapat dengan cepat menekan jumlah virus dalam tubuh pasien, meringankan gejala, dan mengurangi risiko bagi petugas kesehatan dengan mengurangi durasi dan jumlah pelepasan virus,” kata Pemimpin Penelitian, Profesor Yuen Kwok-yung, seorang ahli penyakit menular seperti dilansir dari AsiaOne, Minggu (10/5).

Kombinasi pengobatan ini tampak aman dan ditoleransi dengan baik oleh pasien. Obat interferon dikembangkan untuk mengobati multiple sclerosis, penyakit neurologis. Ribavirin umumnya digunakan untuk mengobati hepatitis C.

Tetapi para peneliti mengatakan uji coba yang lebih besar masih diperlukan untuk mengonfirmasi apakah rejimen tripel obat ini akan efektif pada pasien dengan gejala yang lebih parah.

Penelitian terbaru melibatkan 127 pasien dewasa Covid-19 yang dirawat di salah satu dari enam rumah sakit umum di kota itu antara 10 Februari dan 20 Maret. Di antara mereka, 86 diberikan pengobatan kombinasi dan 41 sisanya hanya diberi obat untuk HIV.

Ditemukan bahwa mereka yang diberi obat kombinasi membuat viral load di dalam tubuhnya secara efektif bisa ditekan dalam rata-rata tujuh hari setelah memulai pengobatan. Itu lebih efektif dibandingkan dengan rata-rata 12 hari pada kelompok yang minum obat tunggal.

Mereka yang menjalani terapi tripel ini juga berhasil meringankan gejala dalam rata-rata empat hari. Mereka juga memiliki masa inap rata-rata secara signifikan lebih singkat di rumah sakit. Yaitu hanya sembilan hari daripada 14,5 pada pasien lainnya.

Apalagi jika pasien bisa berobat lebih dini maka tingkat kesembuhan akan lebih cepat. Pasien yang diberi pengobatan kombinasi lebih awal, dalam waktu satu minggu dari gejala yang muncul akan memiliki hasil klinis yang lebih baik daripada yang menggunakan 1 obat. (jpg)