Dimulai November 2020, Rusia Pasok 32 Juta Dosis Vaksin Sputnik V

ilustrasi. (reuters)

Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), pengelola dana pengembangan vaksin Covid-19, Sputnik V, Rusia dan perusahaan farmasi Landsteiner Scientific, Meksiko, mengumumkan kesepakatan untuk menyediakan 32 juta dosis vaksin Sputnik V Rusia ke Meksiko. Dosis ini, setara dengan sekitar 25% dari populasi Meksiko.

Pengiriman vaksin ini diharapkan akan dimulai pada November 2020 dengan persetujuan dari regulator Meksiko. Pengumuman ini secara resmi disampaikan oleh RDIF kepada media pada Rabu (9/9).

Sebagai bagian kesepakatan, Landsteiner Scientific sebagai mitra RDIF akan mendistribusikan vaksin tersebut di Meksiko. Sebelumya, pada 11 Agustus, vaksin Sputnik V yang dikembangkan oleh Gamaleya National Research Institute of Epidemiology and Microbiology Rusia, telah didaftarkan oleh Kementerian Kesehatan Rusia dan menjadi vaksin terdaftar pertama di dunia untuk melawan Covid-19, berdasarkan platform vektor adenoviral manusia.

Informasi rinci tentang vaksin Sputnik V ini, lanjut pernyataan resmi RDIF, juga menyangkut platform teknologi vektor adenoviral manusia dan rincian lainnya, bisa diakses di sputnikvaccine.com.

Lalu pada 4 September, sebuah makalah penelitian tentang hasil uji klinis Fase I dan Fase II dari vaksin Sputnik V, juga telah diterbitkan di salah satu jurnal medis internasional terkemuka The Lancet. Uji coba Tahap I dan Tahap II tersebut, tidak menunjukkan efek samping yang serius dan tanggapan kekebalan yang stabil pada 100% peserta.

Sementara uji klinis pasca pendaftaran vaksin Sputnik V yang melibatkan 40.000 sukarelawan saat ini sedang berlangsung. Hasil pertama uji coba ini diharapkan bisa dipublikasikan pada Oktober-November 2020 mendatang.

Menyangkut keamanan kesehatan dari vaksin adenovirus manusia, lanjut pernyataan resmi RDIF lagi, telah dibuktikan oleh lebih dari 75 publikasi internasional dan 250 uji klinis. Pembuktian tersebut, menunjukkan rekam jejak keamanan yang lebih baik dari vektor adenoviral manusia versus teknologi baru, yang belum terbukti seperti vektor adenoviral monyet atau mRNA.

Baca Juga:  Setelah Kesepakatan di Washington, Israel Gempur Gaza Lagi

Terkait hal ini, CEO RDIF, Kirill Dmitriev menyatakan, mitra RDIF di Meksiko memahami dengan jelas, keunggulan vaksin Rusia Sputnik V dibanding kandidat vaksin lainnya.
Secara khusus, lanjut Dmitriev, mereka menyoroti rekam jejak keselamatan yang jauh lebih besar dari vektor adenoviral manusia, dibanding teknologi baru seperti vektor adenoviral monyet atau mRNA. Keamanan vektor adenoviral manusia yang digunakan dalam Sputnik V telah dibuktikan selama beberapa dekade di lebih dari 250 studi klinis. Karena adenovirus manusia telah terbukti menjadi mekanisme pengiriman vaksin paling aman dan paling ”organik untuk manusia”.

”Anda tahu, adenovirus manusia hidup berdampingan dengan manusia selama lebih dari 100.000 tahun . Tidak seperti vektor adenoviral manusia yang dipelajari dengan baik, tidak ada penelitian jangka panjang untuk vaksin baru berdasarkan mRNA dan adenovirus monyet,” ujar penerima penghargaan the King Abdulaziz Second-Class Order of Merit atas perintah Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud pada 5 Oktober 2019 ini.

Itulah mengapa, lanjutnya lagi, survei baru-baru ini mengungkapkan, 66% orang Meksiko menyatakan keyakinannya pada vaksin Rusia. Karena itu pula, pihaknya sepakat mengirim sejumlah besar vaksin Sputnik V ke Meksiko. “Vaksin ini akan membantu 25% populasi Meksiko untuk menerima akses ke vaksin yang aman dan efektif ,” pungkasnya. (pyb/jpg)