Pasien Covid-19 Sampai Harus Transplantasi Paru-Paru

Dokter dan tim medis berfoto bersama pasien Covid-19 yang selamat berkat operasi transplantasi paru-paru (Mirror)

Seorang pasien di Tiongkok sudah dalam kondisi kritis saat berjuang melawan Covid-19. Namun akhirnya, Cui An, 65, bisa selamat setelah melakukan operasi transplantasi paru-paru agar membantunya bisa bernapas.

Dokter di Tiongkok menyelamatkan hidupnya dengan mengganti kedua paru-paru pasien setelah menghabiskan lebih dari dua bulan untuk perawatan. Cui An berjuang di rumah sakit Wuhan dari pertengahan Februari 2020 hingga 22 April 2020.

Dilansir dari Mirror, Jumat (8/5), bahkan setelah penyakit itu hilang dari tubuhnya, Cui An seolah berada di pintu kematian karena sulit bernapas lantaran mengalami kerusakan paru-paru.

Namun, ahli bedah yang mengenakan pakaian pelindung membawanya kembali ke kehidupan normal dengan melakukan transplantasi paru-paru ganda selama enam jam.

Operasi itu dilakukan di ruang tekanan negatif pada 20 April setelah adanya organ dari donor yang diterbangkan ke Wuhan. Tekanan negatif di ruang operasi membantu mencegah penyebaran penyakit, dengan petugas medis mengenakan penutup kepala untuk memberikan tekanan positif.

Seorang dokter terkemuka di Rumah Sakit Rakyat Universitas Wuhan, Dr Lin Huiqing, menyebut operasi itu sangat berisiko. Setelah mengenakan penutup kepala tekanan positif, para pekerja medis pantang untuk berkomunikasi selama operasi dan harus mengandalkan pengalaman dan saling pengertian untuk menyelesaikan operasi.

Pasien tersebut mengalami suhu tinggi pada 23 Januari dan didiagnosis menderita penyakit Covid-19 pada 7 Februari. Dia dibawa ke Rumah Sakit Palang Merah Wuhan dan dipasang ventilator pada 17 Februari.

Dokter memutuskan satu-satunya cara untuk menyelamatkan hidupnya adalah melalui transplantasi. Ajaib dan mukjizat pun datang. Pada 20 April datang paru-paru yang dia butuhkan untuk bertahan hidup. Paru-paru itu diterbangkan dari Yunnan ke Wuhan pada hari yang sama, dengan operasi berlangsung malam itu. Pasien setelah dua hari operasi, kemudian sadar pada 24 April.

Dia masih memerlukan ventilator hampir sepanjang hari karena ototnya belum cukup kuat untuk menopang paru-paru barunya. Meski demikian, kondisinya sekarang pulih dengan baik.

Wakil direktur rumah sakit Li Guang mengatakan pasien perlahan-lahan mendapatkan kembali keterampilan motoriknya, meski itu akan butuh waktu lama sebelum benar-benar kembali normal. (jpg)