Kerusuhan Pecah di Minneapolis

47
Pengunjuk rasa menaiki mobil polisi dalam aksi massa imbas penembakan polisi terhadap pemuda kulih hitam di Brooklyn Center.(AFP)

Aksi protes yang berujung kerusuhan pecah di Minneapolis, Amerika Serikat pada Minggu (11/4) sore hingga malam waktu setempat. Aksi massa itu dipicu peristiwa tragis kematian seorang pemuda kulit hitam bernama Daunte Wright, 20, setelah ditembak polisi Minneapolis.

Insiden berdarah itu terjadi beberapa jam sebelumnya. Polisi menembak mati Daunte setelah dinilai melakukan pelanggaran lalu lintas. Entah kebetulan atau tidak, peristiwa penembakan itu di dekat tempat terbunuhnya George Floyd setelah kepalanya ditindih polisi pada tahun lalu.

Ratusan orang orang marah dan kesal usai peristiwa tersebut. Mereka membawa spanduk dengan tulisan yang intinya menuntut keadilan. Bahkan ada yang membawa banner bertuliskan “Keadilan untuk George Floyd”. Mereka tak gentar menghadapi polisi dengan perlengkapan anti huru hara.

Sejumlah polisi Brooklyn Center menyalakan flash dan menembakkan gas air mata ke kerumunan pengunjuk rasa yang berkumpul di luar kantor polisi. Pasukan Garda Nasional dikerahkan sebelum tengah malam.

Ibu Daunte, Katie Wright, sebelumnya mengatakan kepada orang banyak bahwa putranya meneleponnya dan mengatakan bahwa dia telah ditarik oleh polisi dari dalam mobilnya. Katie mendengar petugas polisi menyuruh putranya untuk menutup telepon. Kemudian salah satu petugas polisi sengaja mengakhiri panggilan darinya.

Beberapa saat kemudian, pacar putranya memberi tahu dirinya bahwa putranya telah ditembak polisi. ”Yang dia (Daunte) lakukan hanyalah membawa pengharum udara di dalam mobil dan mereka (polisi) menyuruhnya keluar dari mobil,” kata Katie.

“Dia (Daunte) keluar dari mobil dan pacarnya mengatakan mereka (polisi) menembaknya,” katanya. “Dia (Daunte) kembali ke dalam mobil dan pergi dan menabrak dan sekarang dia mati jatuh di tanah. Tidak ada yang akan memberi tahu kami apa pun. Tidak ada yang mau bicara dengan kita. Saya bilang tolong angkat anak saya,” imbuhnya.

Baca Juga:  Hasil USG Kembar 7, saat Lahir Kembar 9

Sementara itu, polisi Brooklyn Center, dalam sebuah pernyataan, mengatakan petugas kepolisian menepikan seorang pengemudi karena pelanggaran lalu lintas pada Minggu (11/4) sore itu.

Ketika polisi menemukan benda mencurigakan, mereka mencoba untuk menahannya. Dia (Daunte) kembali ke mobilnya dan salah satu petugas menembakkan senjatanya.
Polisi menyebut kendaraan yang dikemudikan Daunte melaju beberapa blok sebelum menabrak kendaraan lain.

Polisi juga menambahkan kamera di tubuh kedua petugas diaktifkan selama insiden tersebut. Akibat kendaraan Daunte yang menabrak kendaraan lain, sopir di kendaraan yang ditabrak meninggal.

Sementara itu, seorang penumpang perempuan di dalam mobil yang ditabrak mengalami luka dan dibawa ke rumah sakit setempat. Seorang perempuan yang tinggal di dekat lokasi kecelakaan, Carolyn Hanson, mengatakan dia melihat petugas penegak hukum menarik seorang pria keluar dari kendaraan dan melakukan CPR.

Seorang penumpang yang turun dari mobil juga berlumuran darah seperti dilansir Aljazeera. Sementara itu, Wali Kota Brooklyn Center, Mike Elliott, menyebut penembakan itu merupakan peristiwa tragis.

Dia juga meminta pengunjuk rasa melakukan aksinya dengan damai. ”Kami meminta pengunjuk rasa untuk terus damai dan pengunjuk rasa damai tidak akan ditangani dengan kekerasan,” kata Elliott di Twitter. (jpg)

Previous articleDititipi Rp 15 T, kini jadi Rp 66,6 T, Mandiri Kembangkan Dana PEN
Next articleGara-gara VAR, Dapat Serangan Rasisme