Republik Kiribati Bebas Covid-19, Penduduknya Percaya Khasiat Buah Kelapa

(Foto: Jawa Pos)

Republik Kiribati adalah negara kepulauan di Samudra Pasifik. Dalam bahasa Inggris juga dikenal dengan Gilbert. Negara dengan populasi sekitar 122.330 jiwa itu memang kurang dikenal.

Namun, kini Kiribati banyak dibicarakan orang karena tidak memiliki kasus Coronavirus. Artinya, negara tersebut tak terpapar virus korona jenis baru atau Covid-19.

Menariknya penduduk setempat meyakini itu karena keajaiban buah kelapa. Kiribati adalah salah satu negara termiskin di dunia. Negara ini adalah salah satu dari 13 negara yang tidak memiliki laporan kasus Covid-19.

Bekas koloni Inggris di Pasifik Tengah ini telah dinyatakan sebagai salah satu dari 13 negara di dunia yang telah berhasil tetap bebas dari virus Korona sejak awal sampai kini.

Kiribati adalah satu set pulau dan merupakan salah satu yang termiskin dan terjauh dari semua negara di dunia dengan populasi penduduk mayoritas Kristen.

Kepulauan ini memiliki luas daratan total 800 kilometer persegi dan rentan terhadap kenaikan permukaan laut. Kiribati yang memperoleh kemerdekaannya pada 1979, merupakan sentra pohon kelapa seperti laporan Star Online.

Penduduk di sana menggunakan kayu untuk kapal dan bangunan, jerami untuk atap dan lantai, serat untuk tali dan kain.

Kelapa, yang dikenal sebagai moimoto di negara itu, juga memberikan hidrasi dan nutrisi. Mereka percaya bahwa kelapa sebagai makanan pokok diklaim sebagai kunci status bebas virus korona di sana.

”Kami menggunakan moimoto untuk bertahan melawan virus. Ini sangat kaya akan vitamin C dan vitamin A,” kata seorang guru sekolah dasar di Tarawa, Rooti Tianaira, seperti dilansir dari Mirror, Senin (11/5/2020).

”Nenek moyang kami biasa makan kelapa parut yang dikenal karena rasanya yang khas tetapi memiliki khasiat memberi kesehatan untuk sarapan. Kami kuat, tanpa penyakit. Jadi sekarang, buah-buahan lokal ini digunakan sebagai obat, untuk membangun sistem kekebalan tubuh. Dijual di kios-kios di pinggir jalan,” jelasnya.

Meski jumlah kelapa melebihi jumlah penduduk negara itu, Rimon Rimon, seorang jurnalis lokal, mengatakan tidak semua orang memiliki pohon kelapa sendiri. Terutama di daerah berpenduduk padat.

Jadi, mereka yang tidak memiliki pekerjaan tetapi memiliki pohon di rumah terkadang menjual kelapa. ”Tapi klaim kelapa mencegah virus Korona, saya justru baru dengar,” ungkap Rimon.

Kekuatan moimoto adalah salah satu rumor konyol tentang Covid-19 yang telah beredar di Kiribati. Semakin viral dipercepat oleh media sosial di negara itu.

“Ini masalah besar di sini. Sebagian besar mendapat akses ke internet baru-baru ini, sehingga informasi dibombardir. Mereka tidak tahu bagaimana membedakan berita palsu,” tambahnya.

Hanya ada dua sumber resmi informasi untuk Covid-19 di sana. Yakni melalui siaran pers dari Kementerian Kesehatan dan Kantor Presiden.

”Pemerintah perlu melihat bagaimana orang mengakses informasi, memperingatkan mereka bahwa mereka akan mendapat masalah jika mereka menyebarkan desas-desus,” tegas Rimon.

Bagi yang suatu saat ingin melihat eksotisme Kiribati, hanya ada dua cara. Salah satunya adalah melewati Nauru, sebuah negara pulau kecil dengan populasi kurang dari 13.000. Negara itu juga bebas dari Covid-19. Kemudian bisa melewati Fiji yang telah melaporkan 18 kasus Coronavirus per 6 Mei 2020. (jpg)